Revalitasi Situ Gede untuk Konservasi
Revitalisasi dan penataan Situ Gede tahap pertama ini seluas 2800 meter persegi. (pasundan.id)
SALAH satu destinasi di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang layak dijunjungi adalah Situ Gede yang baru selesai direvitalisasi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis wajah baru Situ Gede di Kecamatan Mangkubumi itu akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan ekonomi masyarakat mengingat lokasinya di tengah kota.
"Situ Gede akan menjadi destinasi wisata yang memberikan pendapatan dan kemajuan ekonomi Tasikmalaya dan masyarakat," ujar Gubernur Ridwan Kamil.
Baca Juga:
Siasati Resesi, Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan Mancanegara Berubah
Penataan dan revitalisasi Situ Gede bertujuan untuk konservasi, memelihara ekosistem alami dan ekologi, serta meningkatkan citra kawasan.
Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil menuturkan, revitalisasi dan penataan kawasan Situ Gede akan dilanjutkan di tahap dua hingga seluruhnya rampung.
"Ini belum selesai baru tahap satu. Kita akan anggarkan lagi sampai seluruhnya selesai," tuturnya.
Objek wisata Situ Gede sudah dikenal luas masyarakat, tapi dulu kondisinya kurang tertata. Pemda Provinsi Jabar menetapkannya sebagai program strategis provinsi yang diamanatkan penataannya kepada Dinas Sumber Daya Air Jabar. Revitalisasi dan penataan Situ Gede tahap pertama ini seluas 2800 meter persegi.
"Sekarang di bawah ada tempat dagang tidak ada yang termarjinalkan. Semua diakomodir, yang di atas untuk tempat ngariung, balakecrakan, botram, dan kegiatan lainnya," ungkapnya.
Baca Juga:
Kang Emil juga mengusulkan kepada Pemda Kota Tasikmalaya untuk mengundang investor agar membangun penginapan di area Situ Gede.
Ia menyebut, banyak wisatawan yang berkeinginan menginap di area Situ Gede sambil menikmati alam.
"Kalau saya jadi wisatawan sepertinya enak menginap di sini. Nah itu belum ada, jadi kami arahkan Pak Pj. Wali Kota Tasikmalaya untuk mengundang investor membuat penginapan karena ini terlalu indah. Sayang kalau dinikmati hanya lewat perahu atau makan saja tanpa menginap," usulnya.
Ia berharap revitalisasi Situ Gede menjadi penguat bagi Tasikmalaya sebagai kota yang fokus pada ekonomi pariwisata. Untuk itu Kota Tasikmalaya harus terus dibuat nyaman, aman, dan banyak aktivitas ekonomi.
"Apalagi kalau nanti Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) selesai exit-nya ada yang ke kota Tasikmalaya, pasti orang mau ke sini dengan cepat dan akhirnya belanja, maka yang diuntungkan masyarakat di sini," kata Kang Emil. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Ngebuyu, Upacara Menyambut Kelahiran Bayi di Lampung Pesisir
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel