Respons Prabowo, DPD: Sistem Politik Kita Perlu Disempurnakan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 13 Desember 2024
Respons Prabowo, DPD: Sistem Politik Kita Perlu Disempurnakan

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam peringatan puncak HUT Ke-60 Partai Golkar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2024). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan pilkada sangat mahal dan kepala daerah sebaiknya dipilih melalui DPRD sebagai tesis yang perlu dipertimbangkan secara serius.

Menurut Sultan, pihaknya termasuk yang paling intens mengawasi dan mengkaji proses pilkada serentak yang lalu. Pilkada, kata dia, adalah pesta demokrasi masyarakat dan eksistensi otonomi daerah yang harus dilaksanakan secara berkualitas.

"Pernyataan Pak Presiden dan ketua umum partai Golkar Bahlil Lahadalia adalah kajian hampir semua pihak yang mulai khawatir dengan proses pilkada yang semakin tidak efisien," kata Sultan dalam keterangannya, Jumat (13/12).

"Kami pun secara pribadi pernah menyinggung isu ini dengan Pak Prabowo dalam beberapa pertemuan kami dengan beliau," sambung dia.

Baca juga:

Prabowo Semangati Caleg Gagal Bilang Dirinya 20 Tahun Kalah Pilpres

Di sisi lain, Sultan menyebut pilkada langsung juga tidak menjamin otomatis adanya legitimasi daulat rakyat yang kuat dalam proses pilkada. Hal ini dibuktikan dengan semakin rendahnya partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak kemarin.

"Tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada kemarin secara nasional kurang dari 70 persen. Di Pilkada Jakarta bahkan hanya 58 persen dan masih tinggi upaya gugatan yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi", terangnya.

"Artinya apa, diperlukan penyempurnaan dalam sistem politik khususnya sistem pemilu hingga sistem partai politik kita saat ini," lanjutnya.

Oleh karena itu, kata Sultan, melalui buku Green Democracy yang ia tulis menawarkan beberapa opsi bisa memperbaiki sistem pemilu saat ini secara bertahap. Salah satu opsi yang paling murah dan efektif adalah bisa melalui DPRD untuk pilkada gubernur, sementara pilkada kabupaten/kota masih perlu dilaksanakan secara langsung.

Baca juga:

Prabowo Akui Demokrasi Butuh Partai di Luar Pemerintah Seperti PDIP

"Terutama pilkada gubernur, sejak awal memang kurang relevan dengan posisi dan fungsi gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur seharusnya menjadi mandataris pemerintah, sama seperti seorang camat yang ditentukan oleh bupati," tegasnya.

Tujuannya, terang Senator asal Bengkulu itu, agar gubernur mampu menerjemahkan program pemerintah secara maksimal serta bisa dievaluasi kapan saja dengan mempertimbangkan kinerja oleh presiden. Selain itu, gubernur juga bisa bekerja tanpa hambatan politik dan tekanan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut ia mengatakan DPD akan melakukan kajian terkait sistem pilkada dengan mempertimbangkan partisipasi dan keinginan masyarakat.

"Tapi intinya kita punya beberapa opsi untuk menyederhanakan dan membuat demokrasi kita makin efisien makin efektif sekaligus meningkatkan kualitas agar demokracy makin matang," tutupnya. (pon)

#Prabowo
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Sesi working lunch itu berlangsung selama lebih dari sejam. Seluruh pertemuan dan pembicaraan di dalam ruangan berlangsung tertutup untuk wartawan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Ditemani Jajaran Konglomerat Indonesia, Presiden Prabowo Bertemu Pengusaha Inggris
Indonesia
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Selain menyoroti kerja sama pendidikan, Prabowo juga menilai sejumlah pertemuan di bidang ekonomi berlangsung positif.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Prabowo Senang Dialog Pendidikan Dengan Russell Group Yang Menaungi 24 Universitas Riset Produktif
Dunia
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memberikan pidato kunci (keynote speech) dalam acara World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Agenda Prabowo Dalam Lawatan ke Inggris dan Swiss
Indonesia
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Persoalan mengenai biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi topik yang turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Indonesia
Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, Ini Peruntukannya
Brian juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan agar riset perguruan tinggi selaras dengan agenda pembangunan industri nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, Ini Peruntukannya
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pandangan negatif terhadap Indonesia dan pemerintahannya. Ia menegaskan pentingnya kebanggaan nasional tanpa rasa inferior.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah
Indonesia
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
jabatan di BUMN merupakan bentuk pengabdian, sehingga pihak yang tidak sanggup menjalankan tanggung jawab sesuai ketentuan diminta untuk mengundurkan diri.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
Indonesia
Prabowo: Proyek Hilirisasi Sebesar USD 6 Miliar Segera Dibangun di Indonesia
Pemerintah optimistis mampu mencapai tujuan hilirisasi nasional dengan manajemen yang profesional dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Prabowo: Proyek Hilirisasi Sebesar USD 6 Miliar Segera Dibangun di Indonesia
Lainnya
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Sekolah Rakyat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Januari 2026
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Sekolah Rakyat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Bagikan