Merahputih.com- Kunjungan kerja Presiden Prabowo ke luar negeri tengah jadi sorotan karena dinilai terlalu sering kunjungan dalam kurang dua tahun pemerintahannya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menepis anggapan kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto hanya bersifat seremonial atau bertujuan membangun citra.
Menurut Teddy, berbagai lawatan Presiden selama ini telah memberikan dampak nyata bagi Indonesia, baik dalam bentuk investasi, kerja sama internasional, maupun penguatan posisi diplomasi Indonesia di tingkat global.
Penjelasan tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet yang dikutip Selasa (2/6).
Baca juga:
Teddy memaparkan, sejumlah hasil yang menurutnya merupakan buah dari diplomasi pemerintahan Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir.
Beberapa capaian yang disebutkan antara lain bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS, tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang membuka peluang tarif nol persen, serta masuknya investasi senilai sekitar Rp 2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun,
jelas Teddy.
Teddy menyinggung kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan yang disebut menghasilkan komitmen investasi sekitar Rp 575 triliun.
Selain sektor investasi, menurutnya diplomasi Presiden Prabowo turut memberikan kontribusi dalam penguatan kerja sama pertahanan, penyelenggaraan ibadah haji, dan dukungan Indonesia terhadap Palestina.
Presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina,
ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, Indonesia disebut telah menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui jalur udara, mengirimkan kapal rumah sakit, serta membuka akses pendidikan bagi warga Palestina di Indonesia.
Pemerintah terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan. Namun, ia berharap penilaian terhadap diplomasi Presiden dilakukan secara objektif dengan melihat hasil yang telah dicapai.
Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,
jelas Teddy yang juga anggota TNI berpangkat Letkol ini.

