MerahPutih.com - Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno akan meliburkan anak sekolah saat bulan suci ramadan jika Prabowo-Sandi terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
Ketika dikonfirmasi, Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema mengaku tidak setuju dengan rencana Sandi yang merumahkan anak sekolah saat bulan puasa.
Menurut dia, libur selamat 30 hari sangat tidak efektif. Bahkan kebijakan itu akan berdampak buruk pada tujuan dari pendidikan.
"Libur di bulan puasa ga efektif. Tujuan pendidikan juga tidak tercapai malah," kata Doni saat dihubungi MerahPutih.com, Senin (18/3).
Menurut dia, jika benar terealisasi libur di bulan Ramadan maka libur anak sekolah di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan libur sekolah negara-negara lain.
"Kalau diliburkan puasa dalam setahun lebih banyak liburnya kita. Lebih banyak liburnya dari pada negara-negara lain," tuturnya
Doni mengungkapkan bahwa pernyataannya di debat ketiga malam tadi masih dirasa kurang jelas mengenai pendidikan. Contohnya mengenai kurikulum yang membuat masyarakat bertanya-tanya.
/x;'sxxx;z/xs.sd"Kurikulumnya juga mau diganti seperti apa ya kita gak begitu tahu. Ngomong aja bisa tapi apa sih memperbaikinya gimana gitu. Harus lebih jelas," tutupnya. (Asp)