Rencana Pengiriman Pasukan ke Gaza, Legislator Ingatkan Presiden Prabowo untuk Berhati-Hati
Arsip - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito saat memberikan selamat kepada prajurit yang akan bergabung dalam misi PBB di Kongo. (ANTARA/HO/Pendam XVII Cenderawasih)
MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta Presiden Prabowo Subianto berhati-hati untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai situasi politik di kawasan tersebut masih sangat tidak kondusif dan berpotensi menimbulkan risiko besar bagi Indonesia.
?
Oleh menyoroti pernyataan Israel yang sebelumnya mengindikasikan akan 'memilih' negara mana yang boleh bergabung dalam International Stabilisation Force (ISF). Menurutnya, hal itu tidak dapat dibenarkan dan justru menunjukkan adanya potensi intervensi sepihak dari negara penjajah.
?
“Sebagai negara penjajah, Israel seharusnya tidak boleh ikut campur apalagi menentukan negara mana yang bisa bergabung dalam ISF. Ini sangat janggal. Justru selama ini Israel ialah biang masalah di Gaza. Aneh ketika negara penjajah malah dilibatkan dalam pasukan perdamaian,” tegasnya, Kamis (20/11).
?
Ia juga mengingatkan bahwa Israel bisa saja memanfaatkan pembentukan ISF untuk kepentingan politik dan militernya, termasuk untuk menekan atau bahkan memberangus kelompok-kelompok pejuang di Gaza. “Ada kekhawatiran besar bahwa pasukan ISF nantinya dijadikan instrumen untuk menekan pejuang Gaza. Hamas dan kelompok perlawanan Palestina sendiri sudah secara jelas menolak keberadaan pasukan asing di wilayah itu,” tambahnya.
?
Baca juga:
Dewan Keamanan PBB Putuskan Kirim Pasukan ke Gaza, Indonesia Siap Berkontribusi
Oleh karena itu, pasukan perdamaian dalam kondisi rawan dan berpotensi berkonfrontasi dengan para pejuang Palestina. Jika hal itu terjadi, bukan perdamaian yang tercipta, melainkan konflik baru di Gaza. Oleh meminta Presiden Prabowo mempertimbangkan aspek geopolitik, kemanusiaan, serta keamanan nasional sebelum memutuskan pengiriman pasukan.
?
“Presiden harus benar-benar berhati-hati. Kita semua ingin perdamaian, tetapi jangan sampai langkah yang diambil justru menimbulkan kerumitan baru atau dimanfaatkan pihak lain untuk kepentingannya,” ujarnya.
?
Ia menegaskan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional harus tetap mengedepankan prinsip kedaulatan, kemanusiaan, dan ketegasan terhadap segala bentuk penjajahan.(Pon)
?
Baca juga:
Dapat Restu dari PBB Kirim Pasukan ke Gaza, TNI Tunggu Perintah Prabowo
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Presiden Prabowo Tegaskan Integritas, tak Peduli Rekan, Langsung Tindak Tegas Siapa pun yang Salah
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Pemahaman Pasal 33 UUD 1945, Pejabat yang tak Mengerti Diminta Keluar
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Retret Kabinet di Hambalang Bahas Swasembada Pangan hingga Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian
Momen Presiden Prabowo Subianto Hadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta
Presiden Prabowo Bolehkan Diaspora Kasih Sumbangan untuk Korban Bencana Sumatra, Syaratnya Ikhlas dan Minta Izin
Tolak Tetapkan Bencana Nasional di Sumatra, Prabowo: Kami masih Mampu, Seluruh Menteri Bekerja di Sini
Presiden Prabowo Sambut Tahun Baru 2026 di Tapsel, Nobar dan Menginap di Pengungsian