Rekomendasi Platform untuk Beli Saham Tokenisasi di Indonesia, Ini 3 Pilihannya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Rekomendasi Platform untuk Beli Saham Tokenisasi di Indonesia, Ini 3 Pilihannya

Ilustrasi perdagangan pasar kripto. (Foto: Unsplash/Kanchanara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perkembangan teknologi blockchain membuat akses terhadap aset keuangan global semakin beragam, termasuk melalui saham yang hadir dalam bentuk token digital.

Produk ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan saham perusahaan global tanpa membeli saham konvensional secara langsung.

Sejumlah platform di Indonesia kini menyediakan tokenized stock dengan pilihan aset seperti Apple, NVIDIA, Tesla, Amazon, Meta, hingga Coinbase. Selain saham individual, tersedia pula ETF Saham Amerika yang dapat menjadi alternatif bagi investor untuk melakukan diversifikasi aset.

Kehadiran produk tersebut juga memperluas pilihan bagi masyarakat yang mencari aplikasi investasi saham luar negeri berbasis teknologi blockchain. Lantas, di mana beli saham tokenisasi dan platform apa saja yang menyediakannya?

1. Pintu

Pintu merupakan salah satu aplikasi yang menyediakan saham tokenisasi. Melalui fitur Tokenized xStock, pengguna bisa membeli saham Amerika dalam bentuk token berbasis blockchain.

Saham tertokenisasi merupakan representasi digital 1:1 dari saham asli yang diperdagangkan dalam bentuk token di blockchain.

Dengan konsep tersebut, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap sejumlah saham Amerika Serikat melalui aplikasi Pintu. Namun, produk ini tetap memiliki karakteristik tersendiri karena investor membeli token, bukan saham konvensional secara langsung.

Fitur Tokenisasi Saham Pintu

Salah satu fitur yang ditawarkan Pintu adalah fleksibilitas waktu transaksi. Tokenized stocks dapat diperdagangkan 24/7 dan tidak terikat dengan jam operasional bursa saham tradisional.

Dengan demikian, investor dapat melakukan transaksi kapan pun pasar token tersedia.

Pintu juga memungkinkan pengguna membeli tokenized stock menggunakan rupiah. Fitur tersebut membuat proses pembelian lebih sederhana karena pengguna tidak perlu melakukan konversi mata uang terlebih dahulu sebelum membeli token saham global.

Selain itu, Pintu mencantumkan minimum pembelian tokenized asset mulai dari Rp11.000. Nominal tersebut memungkinkan investor memulai dengan dana yang relatif kecil sehingga pengguna tidak harus menyediakan modal sebesar harga satu lembar saham penuh.

Saham yang Tersedia di Pintu

Pilihan tokenized stocks di Pintu mencakup sejumlah perusahaan global seperti Apple (AAPLX), NVIDIA (NVDAX), Amazon (AMZNX), Tesla (TSLAX), Meta (METAX), Alphabet (GOOGLX), Coinbase (COINX), dan Robinhood (HOODX).

Pintu juga menyediakan tokenized ETF. Di antara aset yang tercantum adalah QQQX yang mengikuti Nasdaq serta SPYX yang merepresentasikan S&P 500 dalam format token.

Hal ini penting karena tokenisasi bertujuan menghubungkan aset dunia nyata dengan blockchain. Oleh karena itu, investor perlu memahami bagaimana token memperoleh nilai dan bagaimana aset acuannya disimpan.

Dengan kombinasi pilihan saham global, tokenized ETF, pembelian menggunakan rupiah, minimum transaksi Rp11.000, serta perdagangan 24/7, Pintu menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan ketika mencari tempat beli saham tokenisasi.

Baca juga:

Bitcoin dan Ethereum Ikut Terpengaruh, Trader Crypto Perlu Waspadai Dampak Peristiwa Global

2. Bittime

Bittime menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham global melalui tokenized stocks.

Platform ini menjelaskan bahwa tokenized stocks mengikuti nilai saham perusahaan publik internasional secara 1:1. Saham yang menjadi underlying dibeli dan disimpan oleh penerbit melalui kustodian berlisensi.

Bittime menawarkan minimum pembelian mulai dari Rp10.000. Dengan demikian, pengguna dapat memperoleh eksposur terhadap saham tertentu tanpa harus membeli satu lembar saham secara penuh.

Bittime juga menyatakan pengguna tidak perlu membuka rekening broker asing atau melakukan transfer dolar ke luar negeri untuk mengakses produk tokenisasi di platform.

Dari sisi waktu transaksi, Bittime menyebut tokenized stocks tidak memiliki jam tutup seperti pasar saham tradisional. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna karena perdagangan dapat berlangsung di luar jam bursa Amerika Serikat.

Pilihan Tokenized Stocks di Bittime

Pilihan aset Bittime mencakup Apple (AAPLX), Coinbase (COINX), SpaceX Tokenized Stock (SPCXX), serta berbagai token lainnya.

Platform ini juga menyediakan tokenized stocks dari ekosistem Ondo sehingga pengguna memiliki pilihan aset yang cukup beragam.

Bittime turut menyediakan tokenized ETF. Produk tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin memperoleh eksposur terhadap sekumpulan aset, bukan hanya satu perusahaan.

Selain perdagangan, Bittime menyediakan fitur tambahan pada sejumlah tokenized stocks melalui program Flexible Staking. Namun, investor perlu memeriksa aset yang memenuhi syarat serta ketentuan reward sebelum menggunakan fitur tersebut.

Karena itu, Bittime dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang mengutamakan nominal awal relatif rendah dan pilihan token saham global yang beragam.

3. Tokocrypto

Tokocrypto menghadirkan tokenized stocks melalui produk bernama bStocks. Produk tersebut memberikan representasi digital terhadap saham perusahaan global dan menggunakan mekanisme Proof-of-Collateral.

Menurut informasi resmi Tokocrypto, bStocks didukung collateral dengan rasio 1:1 terhadap underlying stocks dan dapat diakses secara on-chain. Dengan mekanisme tersebut, token memiliki hubungan dengan aset saham yang menjadi acuannya.

Tokocrypto menyediakan beberapa aset global, termasuk SpaceX (SPCXB), Tesla (TSLAB), Circle Internet Group (CRCLB), Micron Technology (MUB), SanDisk (SNDKB), dan NVIDIA (NVDAB).

Pilihan tersebut kemudian bertambah dengan hadirnya Strategy (MSTRB), Intel (INTCB), AMD (AMDB), dan iShares MSCI South Korea ETF (EWYB).

Penambahan ini membuat pilihan tokenisasi Tokocrypto mencakup saham individual sekaligus ETF.

Kehadiran EWYB juga memberikan karakter berbeda karena token tersebut mengikuti ETF yang memberikan eksposur terhadap pasar saham Korea Selatan. Sementara itu, MSTRB memberikan eksposur terhadap saham Strategy dan INTCB mengikuti Intel.

Namun, investor perlu memperhatikan status perdagangan masing-masing aset karena fitur seperti deposit dan withdrawal dapat berbeda. Pengguna sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan transaksi.

Baca juga:

Investor Crypto Indonesia Tembus 20 Juta, PINTU Cetak Rekor Pertumbuhan 79 Persen

Ketiga platform di atas memberikan akses terhadap saham global dalam format token, tetapi masing-masing menggunakan produk dan mekanisme yang berbeda.

Pintu berada di urutan pertama karena menawarkan Tokenized Stocks dengan pilihan seperti Apple, NVIDIA, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet, Coinbase, dan Robinhood.

Selain itu, Pintu menyediakan tokenized ETF, pembelian menggunakan rupiah mulai Rp11.000, serta perdagangan 24/7.

Bittime menawarkan tokenized stocks mulai Rp10.000 dan menyediakan berbagai pilihan saham serta ETF.

Sementara itu, Tokocrypto menghadirkan bStocks dengan mekanisme Proof-of-Collateral 1:1 dan pilihan aset seperti SpaceX, Tesla, NVIDIA, Strategy, Intel, AMD, serta ETF Korea Selatan.

Namun, investor sebaiknya tidak menyamakan tokenized stock dengan kepemilikan saham konvensional. Karena itu, pahami underlying, penerbit, collateral, biaya, likuiditas, serta hak pemegang token sebelum melakukan transaksi.

Dengan pemahaman tersebut, investor dapat memilih aplikasi beli saham tokenisasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risikonya.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi karena harga aset crypto bersifat fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat atau uang dingin sebelum berinvestasi. (*)

#Cryptocurrency #Blockchain #Trading Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Pola Triangle dalam Trading: Jenis, Cara Membaca Breakout, dan Risiko False Breakout
Kenali pola triangle dalam trading, mulai ascending, descending, hingga symmetrical triangle serta cara membaca breakout dan mewaspadai false breakout.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Pola Triangle dalam Trading: Jenis, Cara Membaca Breakout, dan Risiko False Breakout
Berita
Tak Cuma Trading, Stockity Hadirkan Akun Demo hingga Materi Edukasi dalam Satu Platform
Stockity mengembangkan platform trading digital dengan akun demo, indikator teknis, grafik linear, dan materi edukasi dalam satu lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 12 September 2026
Tak Cuma Trading, Stockity Hadirkan Akun Demo hingga Materi Edukasi dalam Satu Platform
Berita
Rekomendasi Platform untuk Beli Saham Tokenisasi di Indonesia, Ini 3 Pilihannya
Beli saham tokenisasi dimana? Simak 3 platform penyedia tokenized stock di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Rekomendasi Platform untuk Beli Saham Tokenisasi di Indonesia, Ini 3 Pilihannya
Berita
11 Platform Investasi Emas Online Pilihan, dari Pegadaian Digital hingga Broker Forex
Daftar 11 platform investasi emas online seperti Pegadaian Digital, Antam BRANKAS LM, Pluang, Treasury hingga Bareksa Emas. Simak pilihan dan perbedaannya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
11 Platform Investasi Emas Online Pilihan, dari Pegadaian Digital hingga Broker Forex
Berita
SHOW Token Resmi Masuk Indonesia, Bidik Pendanaan Industri Film dan Hiburan Berbasis Blockchain
SHOW Token resmi hadir di Indonesia dengan ekosistem blockchain dan AI. Siapkan investasi USD 100 juta dan targetkan pendanaan puluhan film Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
SHOW Token Resmi Masuk Indonesia, Bidik Pendanaan Industri Film dan Hiburan Berbasis Blockchain
Indonesia
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia merupakan rumah bagi komunitas trader forex dan komoditas yang berkembang pesat dan semakin sophisticated.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Indonesia Rajai Pasar Keuangan Digital, Trader Butuh Platform yang Stabil dan Responsif
Indonesia
10 Aset Tokenisasi Global Terbaru Kini Siap Diperdagangkan di Pintu
Partisipasi institusi besar dunia dalam konferensi Consensus Hong Kong baru-baru ini juga menegaskan bahwa gelombang RWA akan terus berkembang pesat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
10 Aset Tokenisasi Global Terbaru Kini Siap Diperdagangkan di Pintu
Berita
Rahasia Trader Konsisten: Memahami Analisis Teknikal dan Indikator Forex
Pelajari analisis teknikal forex, fungsi indikator seperti Moving Average, RSI, MACD, dan Bollinger Bands untuk menentukan entry dan exit trading akurat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
Rahasia Trader Konsisten: Memahami Analisis Teknikal dan Indikator Forex
Berita
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor Indonesia memilih diversifikasi investasi lintas negara untuk mengelola risiko portofolio.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Berita
5 Aplikasi Terbaik untuk Beli Saham Global 2025: NVIDIA, Tesla, Apple, hingga Meta
Simak 5 platform terbaik 2025 lengkap dengan fitur dan keunggulannya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 November 2025
5 Aplikasi Terbaik untuk Beli Saham Global 2025: NVIDIA, Tesla, Apple, hingga Meta
Bagikan