RDF Rorotan Masih Keluarkan Bau, DPRD DKI Pertanyakan Keseriusan Pemprov

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 11 November 2025
RDF Rorotan Masih Keluarkan Bau, DPRD DKI Pertanyakan Keseriusan Pemprov

Penampakan pengelolaan sampah RDF Rorotan, Jakarta Utara. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, mempertanyakan keseriusan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam uji coba pengolahan sampah di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Jakarta Utara.

Pasalnya, hingga kini Dinas LH DKI belum berhasil menghilangkan bau sampah yang muncul selama proses uji coba meskipun sudah dilakukan berulang kali.

“Hal itu membuat kita bertanya-tanya, bagaimana proses uji cobanya berjalan, apa saja perbaikan-perbaikan yang dilakukan, dan seberapa efektifkah langkah-langkah tersebut dalam mengatasi permasalahan yang ada,” kata Bun di Jakarta, Selasa (11/11).

Bun mengingatkan bahwa RDF Plant Rorotan telah dipasangi berbagai alat pengendali udara baru sejak Maret 2025, di antaranya Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) dan deodorizer untuk menekan bau sampah di lingkungan sekitar.

“Setelah protes massal dari masyarakat, kita tahu DLH menambah alat pemantauan dan deodorizer di RDF Plant Rorotan untuk mengendalikan kualitas udara serta menghilangkan bau sampah di sekitarnya,” ujarnya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Diminta Kaji Ulang Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, RDF Plant Rorotan Disinggung

Namun, menurut Bun, hingga kini belum ada hasil signifikan dari berbagai langkah tersebut. Ia menilai masyarakat berhak kecewa karena fasilitas dan alat yang dibeli dengan anggaran besar belum menunjukkan hasil nyata.

“Alat-alat itu dibeli dengan harga tidak murah. Wajar masyarakat mengharapkan masalah bau sampah bisa terselesaikan. Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum juga tuntas,” ucapnya.

Baca juga:

Pramono Batal Hentikan Uji Coba RDF Rorotan, Cuma Batasi Kapasitasnya

Bun menegaskan bahwa tujuan RDF untuk mengurangi volume sampah Jakarta memang penting, namun pengoperasiannya tidak boleh membahayakan kesehatan warga sekitar.

“Belakangan muncul kabar bahwa beberapa anak diduga keracunan udara dari RDF Plant Rorotan dan masuk rumah sakit. Jangan sampai pengoperasian fasilitas itu malah membahayakan keselamatan warga,” tegasnya.

Ia mendesak Pemprov DKI Jakarta, terutama Dinas LH DKI, segera menyelesaikan permasalahan RDF Rorotan agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan publik.

“DPRD DKI telah menerima banyak aduan dari warga yang meminta agar RDF ini ditutup karena dianggap gagal dalam uji coba. Ini juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat,” tutup Bun. (Asp)

#RDF Plant Jakarta #DPRD DKI Jakarta #Pemprov DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Indonesia
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Pemprov DKI Jakarta mencairkan bansos PKD September 2026 kepada 219.252 penerima KAJ, KLJ, dan KPDJ. Ini rincian penerimanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Bansos PKD September 2026 Cair, 219.252 Warga Jakarta Terima KAJ, KLJ, dan KPDJ
Indonesia
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Pemprov DKI mengeruk Anak Kali Krukut di Kebon Melati setelah hampir 60 tahun. Penataan sepanjang 2,3 km ditargetkan rampung 2028.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Pemprov DKI Keruk Anak Kali Krukut Setelah Hampir 60 Tahun, Penataan Ditargetkan Rampung 2028
Bagikan