MerahPutih.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.
Penutupan SPPG itu diambil setelah terjadi kejadian luar biasa (KLB) dugaan keracunan makanan pada Rabu (15/4). Jumlah korban diduga keracunan diperkirakan mencapai 158 orang.
Baca juga:
104 Siswa Keracunan MBG di Jakarta Timur, Dinkes Ungkap Dugaan Penyebab Awal
Ratusan Korban Langsung Dapat Penanganan Medis
Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Anambas, Sahril, memastikan para korban telah langsung dilarikan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat pada hari yang sama untuk mendapatkan penanganan medis.
Meski telah menutup SPPG, Sahril belum berani memastikan menu MBG yang dibagikan sebagai penyebab pasti kasus keracunan ratusan orang itu
“Penyebab pasti apakah benar berasal dari program MBG, masih dalam penelusuran dan pengujian oleh pihak RSUD, puskesmas, dan Dinas Kesehatan,” kata Sharil, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (16/4).
Baca juga:
Kepala BGN Heran Ada 24 Ribu Menu MBG Bagus-Bagus, Tapi yang Viral Cuma 62
Investigasi dan Langkah Antisipasi BGN
Sharil menjelaskan penutupan sementara operasional SPPG dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat serta mencegah kejadian serupa terulang.
“Penutupan dilakukan sejak kejadian dan akan berlangsung hingga waktu yang belum dapat ditentukan, menunggu hasil investigasi dan evaluasi lebih lanjut,” tandasnya, dilansir Antara.
BGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan layanan sebelum operasional kembali dibuka.
BGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin keamanan layanan sebelum operasional SPPG Air Asuk kembali dibuka untuk mendistribusikan MBG ke masyarakat. (*)