Ratusan Hektar Lahan Pertanian di Boyolali Terkena Abu Vulkanik Imbas Erupsi Merapi
Tanaman hortikultura di tiga desa di Kabupaten Boyolali tertutup abu vulkanim erupsi Gunung Merapi, Rabu (15/3). (MP/Humas Pemkab Boyolali)
MerahPutih.com - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mencatat sebanyak ratusan hektar tanaman hortikultura di tiga desa di Kabupaten Boyolali terancam gagal panen.
Ketiga desa tersebut adalah Desa Jrakah, Klakah dan Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali. Tanaman tersebut terancam gagal panen karena terkena guyuran abu vulkanik erupsi Gunung Merapi.
Baca Juga:
Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tiga Desa di Klaten Diterjang Hujan Abu Vulkanis
Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto, mengatakan erupsi Gunung Merapi membawa dampak pada sektor pertanian warga di lereng Gunung Merapi. Dimana lahan pertanian terdampak hujan abu teramcam gagal panen.
"Hujan abui mengakibatkan pertumbuhan tanaman hortikultura menjadi terganggu," kata Bambang, Rabu (15/3).
Ia menjelaskan data Dispartan total ratusan hektar tanaman hortikultura terkena abu vulkanik tersebar di tiga desa. Perinciannya, tanaman brokoli seluas 21 hektar, bunga kol seluas 34 hektar, aneka cabe yang sedang posisi berbunga seluas 124 hektar, tomat seluas 17 hektar, dan labu siam seluas 3 hektar.
"Total ratusan hektar tanaman hortikultura terkena abu vulkanik. Untuk pertanian di wilayah Desa Tlogolele hampir semua terkena paparan abu vulkanik," katanya.
Baca Juga:
Tanaman-tanaman lain terdampak, kata dia, antara lain buncis seluas 8 hektar, sawi seluas 5 hektar, kubis seluas 1 hektar, dan aneka cabai yang kondisinya sedang berbunga seluas 79 hektar. Sedangkan di Desa Klakah dan Desa Jrakah hanya sebagian kecil yang terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
“Abu vulkanik yang menyentuh tanaman ini memang tidak panas, jadi saat turun dan mengenai tanaman ini sudah dalam keadaan dingin. Jadi tanaman tidak hancur dan tidak panas. Kalau ini dilakukan pembersihan Insya Allah akan tetap tumbuh,” ujar dia
Menurut Bambang, dari sekian tanaman yang terpapar abu vulkanik, hanya bunga kol yang tidak bisa diselamatkan sehingga gagal panen. Bunga kol yang mengalami gagal panen ini seluas 5 hektar.
"Bunga kol relatif lembut dan tatkala kena pasir dan abu vulkanik, dicuci pun tidak bisa. Bunganya ini kan terbuka jadi begitu masuk pasir dicuci pun masih lengket dan gagal panen," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Bagikan
Mula Akmal
Berita Terkait
Semeru Mengamuk Minggu Malam, Kolom Abu Raksasa Selimuti Langit Jatim
Gunung Semeru Erupsi Sore Ini, Awan Panas Meluncur 5 Kilometer ke Arah Besuk Kobokan
Presiden Prabowo Ungkap Keprihatianan, Sebut Banyak Kekayaan Negara yang Bocor karena tak Pandai Mengelola
Hilang Sejak 20 Desember, Pendaki Ilegal Gunung Merapi Ditemukan Tewas dalam Jurang
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Pendaki Asal Sleman Hilang di Gunung Merapi, Padahal Sudah Ada Larangan Naik
Gunung Ibu Kembali Erupsi 600 Meter, Jauhi Bukaan Kawah Utara dan Ikuti Arahan Resmi Petugas Pos Pengamatan
Alarm dari Puncak Abadi Para Dewa! Gunung Semeru Enam Kali Erupsi Sejak Semalam, Tinggi Letusan Capai 1,2 Km
Kembali Erupsi, Gunung Marapi Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi