MerahPutih.com - Raksasa hiburan dan media Amerika Serikat, The Walt Disney Company, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran dengan memangkas sekitar 1.000 pekerjaan dalam beberapa pekan mendatang.
The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber internal perusahaan menyebutkan PHK massal ini merupakan kebijakan signifikan pertama di bawah kepemimpinan CEO baru, Josh D’Amaro.
"Pemangkasan akan difokuskan pada departemen pemasaran perusahaan," tulis WSJ, dilansir dari Antara, Kamis (9/4).
WSJ melaporkan Disney kini berusaha mengalokasikan dana untuk berinvestasi di bisnis digital yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih besar di masa mendatang.
Baca juga:
Anti-Hero Star Wars Maul Punya Universe Baru dalam 'Star Wars: Maul- Shadow Lord' Tayang di Disney+
Belum Sebulan Jadi CEO
Josh D’Amaro, yang berusia 54 tahun, resmi menjabat sebagai CEO Disney pada 18 Maret 2026. Dia merupakan veteran yang telah berkarier di Disney selama 28 tahun, sebelumnya menjabat sebagai kepala segmen pengalaman Disney sejak 2020 dan presiden Walt Disney World Resort.
Sejak mulai menjabat CEO, prioritas D’Amaro adalah mempercepat kolaborasi antar divisi agar lebih efisien. Langkah PHK ini diyakini menjadi bagian dari strategi penataan ulang Disney untuk menghadapi tantangan industri hiburan global.
Baca juga:
Jadwal Tayang Bioskop Film Pixar Coco 2 Bocor, Pelakunya CEO Disney
Bisnis Streaming dan Box Office Disney Anjlok
Disney kini tengah menghadapi penurunan profit dari layanan streaming yang jauh lebih kecil dibandingkan keuntungan siaran televisi konvensional. Pendapatan box office mereka juga menurun, ditambah persaingan ketat dari perusahaan teknologi.
Sejak Bob Iger kembali menjabat sebagai CEO pada 2022, Disney telah melakukan PHK terhadap lebih dari 8.000 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Rencana PHK terbaru disebut sudah disiapkan sebelum D’Amaro resmi mengambil alih jabatan. (*)

