Puncak Pemulihan Ekonomi Terjadi saat Libur Lebaran 2023
Ilustrasi - Wisatawan menikmati pemandangan objek wisata Ulun Danu Beratan saat berkunjung di Tabanan, Bali, Kamis (4/8/2022). ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc/pri
MerahPutih.com - Masyarakat sebentar lagi menyambut Hari Raya Idul Fitri. Libur Lebaran 2023 bakal meningkatkan geliat ekonomi setelah melandainya kasus COVID-19 dan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) memprediksi libur Lebaran pada 2023 akan menjadi puncak tertinggi pemulihan dan peningkatan ekonomi pasca-pandemi COVID-19 di berbagai sektor, utamanya pariwisata.
Wakil Ketua Umum (Waketum) ASITA Budijanto Ardiansjah mengatakan, tren berwisata masyarakat lokal dan juga mancanegara di Indonesia pada tahun lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Baca Juga:
Kemenhub Awasi 51 Bandara Saat Angkutan Lebaran 2023
Bahkan, bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19 melanda, peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata tercatat naik hingga lebih dari 10 persen di tahun 2022.
"Ini artinya geliat pariwisata di tahun 2022 bahkan lebih masif dari sebelum pandemi, tahun ini saya kira peningkatannya akan mencapai 30 persen dibanding tahun lalu," kata Budijanto, Kamis (2/3), seperti dikutip Antara.
Budijanto menyebut, pencabutan regulasi mengenai segala pembatasan terkait COVID-19 yang kini semakin melandai menjadi faktor utama kembali bergairahnya sektor pariwisata dan sektor-sektor lainnya.
Selain itu, adanya Tunjangan Hari Raya (THR), ditambah tabungan masyarakat yang telah disimpan sejak masa pandemi untuk berwisata, akan memberikan andil pada melonjaknya perekonomian pada 2023.
"Kita tahu pada tahun 2022 kemarin kenapa terjadi peningkatan ekonomi yang tinggi? Itu karena banyak orang belum membelanjakan jatah yang mereka sisihkan untuk wisata di tahun 2019-2021, tahun ini saya yakin akan ada peningkatan yang luar biasa," ujarnya.
Baca Juga:
3,5 Juta Tiket Kereta Api Tersedia untuk Mudik Lebaran
Oleh karena itu, Waketum ASITA ini memastikan banyak calon wisatawan yang siap untuk melancong jelang libur Lebaran, utamanya ke luar negeri, mengingat banyak pula yang belum berkesempatan berangkat pada libur Natal dan Tahun Baru pada 2022.
Saat ini, menurut Budijanto, sudah banyak pula biro perjalanan yang telah menyiapkan paket tur berlibur saat Idul Fitri, serta pengelola hotel yang menyediakan paket-paket Ramadan seperti paket iftar atau berbuka bersama.
Ia pun memprediksi wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur akan merajai pariwisata saat libur Lebaran tahun ini, begitu pula kawasan Bali, Lombok, dan Labuan Bajo untuk Indonesia bagian timur.
Sementara, negara-negara di Timur Tengah dan Eropa Timur seperti Belanda, Inggris, Perancis, dan Italia juga menjadi sasaran masyarakat Indonesia untuk menghabiskan liburan Idul Fitri pada 2023. (*)
Baca Juga:
Jalan Tol Solo-Jogja akan Dibuka saat Mudik Lebaran
Bagikan
Berita Terkait
Kemenhub Mulai Periksa Kapal di 98 UPT Demi Keselamatan Mudik 2026
Tradisi Ziarah Kubro di Kota Palembang, Acara Menyambut Ramadan
Menjelang Ramadan 2026, Penjualan Tiket Kereta Jarak Jauh untuk Mudik masih ‘Sedikit’
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Tiket Kereta Api untuk Lebaran 2026 sudah Mulai Dijual, ini nih Jadwal Pemesanannya
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
Antisipasi Mudik 2026, Korlantas Polri Gencar Razia Angkutan Ilegal
Pakai Drone Thermal, Rata-Rata Respons Situasi Darurat Basarnas 2 Kali Lebih Cepat Jadi 15,7 Menit
Menhub Sebut Kebijakan WFA Ubah Pola Mudik Lebaran 2025
Kenapa Kita Halalbihalal sepanjang Bulan Syawal? Ini Asal-Usul dan Sejarahnya yang Jarang Diketahui