MerahPutih.com - Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo mencatat jumlah penumpang di bandara pada puncak arus mudik Lebaran tahun ini turun 49 persen.
Mahalnya harga tiket pesawat menjadi alasan utama pemudik enggan menggunakan transportasi pesawat pada Lebaran tahun ini.
Airport Operation and Safety Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Adi Soemarmo, Iwan Novi Hantono, mengungkapkan dari data bandara mulai H-7 Lebaran sampai H- Lebaran terjadi penurunan jumlah penumpang sebanyak 49 persen.
BACA JUGA: Mudik Lewat Yogyakarta, Hindari Titik Rawan Macet ini
"Turunnya pempang sudah mulai terasa pada H-7 Lebaran. Kondisi itu berlanjut sampai H-2 Lebaran" ujar Iwan pada Merahputih.com, Senin (3/6).
Ia membandingkan Lebaran tahu lalu banyak maskapai mengalami pelonjakan penumpang sampai meminta pada pihak manajemen
mengajukan penerbangan tambahan. Berbeda pada Lebaran tahun ini rata-rata maskapai haya mengajukan satu penerbangan.
"Kami mencatat pada Lebaran tahun lalu maskapai seperti Lion Air, City Link, Batik Air, hingga Sriwijaya Air mengajukan penerbangan tambahan," kata dia.
Dari data PT Angkasapura I Bandara Adi Soemarmo, kata Iwan, pada H-4 Lebaran hanya ada 3.981 penumpang. Padahal tahun lalu pada H-4 lebaran jumlah penumpang mencapai 6.298 penumpang. Sedangkan H-3 lebaran tahun lalu tercatat 6.932 penumpang, tahun ini hanya 3.711 penumpang saja.
"Kalau kita rata-rata per hari tahun lalu mencapai 7.000 penumpang, kini hanya 3.000 penumpang saja dalam sehari,” tutur dia.
BACA JUGA: Jumlah Pemudik di Kampung Rambutan Tahun Ini Turun Lebih 2.000 Orang
Humas Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Danardewi, membenarkan faktor adanya kenaikan harga tiket pesawat beberapa waktu lalu menjadi penyebab utama turunnya penumpang.
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya