Puan Resmikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 27 Januari 2018
Puan Resmikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja

Menteri Puan saat meresmikan IPLT Medan. (MP/Amsal Chaniago)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani meresmikan penggunaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Medan di Instalasi Pengolahan Limbah Cemara PDAM Tirtanadi, Jalan Flamboyan Cemara Medan, Jumat (26/1).

Selain itu, Menko PMK Puan Maharani juga meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum Skala Ibu Kota Kecamatan IKK (SPAM IKK), di Kecamatan Sei Rampah dan meresmikan Sambungan Rumah Air Minum Tirtanadi secara online dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Turut menyaksikan peresmian itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubsu Erry Nuradi, Anggota DPR RI Sofyan Tan, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo dan lainnya.

Adapun IPLT Medan dibangun oleh Kementerian PUPR dan rampung tahun 2017. IPLT itu akan mengolah limbah tinja rumah tangga warga Medan untuk sekitar 50.000 rumah tangga.

IPLT itu kemudian diserahkan pengelolaannya ke PDAM Tirtanadi Sumut. "IPLT ini untuk mendukung gerakan masyarakat sehat atau Germas yang kami gagasi, meminta agar IPLT itu dirawat bersama oleh para pihak agar dapat digunakan untuk jangka waktu lama," kata Puan.

Menteri PUPR Hadi Moeldjono menjelaskan limbah rumah tangga menjadi persoalan serius bagi lingkungan. Karenanya, Kementerian PUPR terus memprogramkan pembangunan IPLT. "Sejauh ini sudah ada 240 IPLT yang kami bangun, baik di perkotaan dan perdesaan," katanya.

IPLT, lanjut Basuki, akan terus dikembangkan untuk menuju program 100-0-100 (bebas 100 % sanitasi, 0 % kawasan kumuh dan 100 % akses air minum).

"Saat ini, capaian sanitasi di Indonesia tahun 2017 baru mencapai 76,37%, sedangkan akses air minum 72,04 %," ungkapnya.

IPLT Medan itu dibangun dengan kapasitas 100 m3/hari yang ditargetkan dapat melayani rumah yang memiliki tangki septik individual maupun komunal di Medan.

"Limbah tinja rumah tangga diolah di IPLT Medan ini, air olahan dari sini sudah memenuhi kualitas air baku seperti ketentuan Kementerian LHK, barulah dilepas ke sungai. Kemudian limbah kering, ada yang diolah menjadi pupuk dan brekest (bahan bakar)," terang Basuki.

Dia menambahkan, SPAM IKK Serdang Bedagai memiliki kapasitas 50 liter/detik yang dapat melayani 5.000 rumah.

"SPAM IKK Serdang Bedagai kita bangun melalui Ditjen Cipta Karya bekerja sama dengan pemkab setempat pada tahun 2016 dan tahun 2017," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengapresiasi hadirnya IPLT Medan. Namun diharapkannya agar dibangun minimal 4 lagi IPLT sejenis di Sumut, di samping pengolahan limbah perpipaan yang sudah ada selama ini.

Dirut Tirtanadi Sutedi Raharjo mengatakan kesiapan pihaknya untuk mengelola limbah rumah tangga. Pihaknya juga mengapresiasi diresmikannya IPLT itu dan Sambungan Rumah Air Minum Tirtanadi secara online dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

"Kami di Tirtanadi sudah juga ada bidang air limbah, sehingga kami pun terus fokus dalam pengelolaan air limbah, dimana nantinya tarif yang dikenakan kepada pelanggan limbah sangat murah," katanya. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Amsal Chaniago, kontributor merahputih.com untuk wilayah Medan dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Kasus Kekerasan Anak di Medan Capai 80 Kasus

#Puan Maharani
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Listyo Sigit sendiri dilantikan menjadi menjadi Kapolri di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 27 Januari 2021 silam, alias sudah lebih dari 5 tahun menjabat.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Kapolri Listyo Sigit Dicopot Bukan Pensiun, Puan Maharani: Memang Sudah Waktunya
Indonesia
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Menurutnya, seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama saat curah hujan tinggi.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Maharani Minta Mitigasi Bencana Diperkuat di Seluruh Indonesia
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti wacana pendidikan gratis hingga PTN. Ia meminta untuk dikaji terlebih dahulu.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Puan Soroti Kekuatan APBN soal Wacana Pendidikan Gratis hingga PTN, Minta Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Berita
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Puan Maharani meminta pemerintah memaksimalkan pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Anak Krakatau, Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Ketua DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Pendampingan Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
DPR akan memberikan dukungan selama tambahan anggaran tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Puan Maharani mengingatkan tingginya ancaman gempa di Indonesia dan mendorong pemerintah memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan bencana terpadu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Puan Maharani Ingatkan Ancaman Gempa di Indonesia, Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana
Indonesia
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekaligus menghambat aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Karhutla Meluas, Ketua DPR Desak Pelaku Diburu dan Sanksi Dibuka ke Publik
Bagikan