Psikiater: Keluarga Korban Perlu Pendamping
sumber Foto: Vivanews
MerahPutih Nasional- Nasib korban pesawat AirAsia QZ 8501 saat ini diterbangkan dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng) ke Bandara Juanda, Sidoarjo, Surabaya. Jumlah korban tersebut berhasil di evakuasi menjadi 31 jenazah.
Keluarga korban pastinya akan menunggu kedatangan keluarganya yang telah menjadi korban AirAsia QZ8501. Penantian keluarga korban itulah yang harus di dampingi oleh pihak Kerohanian dan Psikiater. Tujuannya untuk menghindari gangguan kejiwaan yang terjadi pada keluarga korban tersebut.
Seperti yang dikutip dari MetroTV, Psikiater dr Hendra Riyanto mengatakan, semua korban yang saat ini sedang menunggu di Posko identiikasi yang berada di Surabaya, perlu ada pendamping, baik dari Kerohanian dan psikiater. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan kejiwaan pada keluarga korban tersebut. (GMS)
Bagikan
Berita Terkait
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
Menteri KKP Trenggono Pingsan saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR 42-500
Operasi SAR Pesawat ATR di Pangkep: 9 Korban Ditemukan, Pencarian Berlanjut
6 Jenazah Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan 250 Meter dari Puncak Gunung Bulusaraung
Kisah Haru di Balik Tragedi ATR 42-500: Adik Ipar Terjang Gunung Bulusaraung Demi Jemput Kakak Pulang ke Garut
Jenazah Pramugari ATR 42-500 Florencia Lolita Teridentifikasi, Dikenali dari Sidik Jari dan Gigi
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui