Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

PSBB Diberlakukan di Jakarta, Nasib Mahasiswa Perantauan Bakal Makin Terjepit

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2020
PSBB Diberlakukan di Jakarta, Nasib Mahasiswa Perantauan Bakal Makin Terjepit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan keterangan pers terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Balai Kota DKI, Selasa (7/4/2020). (ANTARA/HO-laman Youtube Pemprov DKI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Persatuan Mahasiswa Perantauan (PMP) meminta pemerintah pusat memperhatikan nasib mahasiswa perantauan ditengah pandemi COVID-19 yang mengharuskan mengikuti Phisycal Distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

Koordinator PMP Senanatha mengatakan, banyak mahasiswa perantauan hari ini kesulitan mencari makan dan kuota internet untuk belajar dari asrama atau sekretariat organisasi ekstra kampus dan indekos.

"Semua karena dampak dari sejumlah aturan baru dan kebijakan dalam mengendalikan pandemi Covid-19," ujar Koordinator PMP, Senanatha kepada Merahputih.com, di Jakarta, Rabu (8/4).

Baca Juga

Jakarta Diberlakukan PSBB, Anies Dianggap Punya Kewenangan Penuh Atasi COVID-19

Sena menceritakan tentang keadaan mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan jauh dari rumah dan tidak bisa pulang kampung yang hidupnya saat ini dibilang memperhatinkan akibat aturan Work Form Home (WFH) dan belajar dari rumah.

Ia menyebut, mahasiswa perantauan saat ini hanya bisa makan satu kali sekali, bahkan terkadang tidak makan karena uang saku berkurang. Belum lagi mereka harus beli kuota atau beli hp yang bisa mengakses internet, bayar kost, dan sebagainya. Sedangkan mereka juga di himbau atau dilarang mudik.

"Jika Pemerintah tidak mau memperhatikan kami mahasiswa perantauan kemana kami harus mengadu dan mencurahkan isi hati ini," cerita mahasiswa asal perantauan asal Sukabumi, Jawa barat ini.

Sena mengatakan seharusnya pemerintah mengerti dengan keadaan para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan dan jauh dari rumah.

Ia juga meyakini para pejabat pemerintahan dahulu pernah merasakan yang saat ini dirasakan ratusan ribu mahasiswa perantau di Indonesia, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Jika seluruh kebijakan dan aturan ini dibuat sebagai langkah terbaik untuk mengendalikan Covid-19, ia berharap pemerintah tidak menghilangkan hak dasar hidup para mahasiswa perantauan.

Suasana konferensi pers terkait dengan pengumuman PSBB DKI Jakarta, Selasa (7-4-2020). ANTARA/HO-Humas DKI Jakarta
Suasana konferensi pers terkait dengan pengumuman PSBB DKI Jakarta, Selasa (7-4-2020). ANTARA/HO-Humas DKI Jakarta

Senantha mengancam akan mengajak seluruh mahasiswa perantauan mendatangi istana negara meminta hak dasar hidup dan keselamatannya sebagai warga negara Indonesia kepada presiden Joko Widodo. Bukan dalam rangka unjuk rasa atau demonstrasi.

"Tapi dalam rangka agar kami mampu bertahan hidup dinegara yang sudah merdeka sejak 1945 dan menganut sistem demokrasi," tutupnya.

Seperti diketahui DKI Jakarta segera menjalankan ketentuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) penanganan virus Corona (COVID-19). Anies mengatakan PSBB efektif berjalan mulai Jumat, 10 April 2020.

"DKI akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat, 10 April 2020," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Baca Juga

Anies: Hari Jumat PSBB Diterapkan di Jakarta

Hal itu disampaikan Anies seusai menggelar rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta hari ini. Anies menyadari bahwa penyebaran virus Corona perlu dikendalikan karena penyebarannya dari orang ke orang.

PSBB DKI Jakarta sendiri sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Anies mengatakan sejumlah kegiatan dibatasi dan dihentikan. (Knu)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona #Mahasiswa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Seluruh peserta untuk mengakses informasi hasil seleksi hanya melalui kanal resmi SMMPTN-Barat, melalui tautan: https://smmptnbarat.id/#pengumuman.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Indonesia
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Siapa pun yang memberikan uang kepada mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme mahasiswa.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Indonesia
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
PDIP menyoroti dugaan mahasiswa UBK yang menerima uang usai bertemu Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
PDIP Tanggapi Isu Mahasiswa UBK Terima Uang, Singgung Peran Gibran
Indonesia
Ogah Program MBG Dikorupsi, Wapres Gibran Rakabuming Ajak Mahasiswa Jadi Mata-Mata Pemerintah
Pembenahan menyeluruh lini distribusi logistik diharapkan mampu menutup celah manipulasi laporan keuangan tingkat bawah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Ogah Program MBG Dikorupsi, Wapres Gibran Rakabuming Ajak Mahasiswa Jadi Mata-Mata Pemerintah
Berita Foto
Pengamanan Kawasan Bundaran Hotel Indonesia Kawal Aksi Unjuk Rasa BEM UI
Sejumlah personel kepolisian berjaga di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jum'at (12/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 12 Juni 2026
Pengamanan Kawasan Bundaran Hotel Indonesia Kawal Aksi Unjuk Rasa BEM UI
Indonesia
Mahasiswa UI Tetap Bergerak ke Bundaran HI Meski Tertahan Aparat, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah
Massa mahasiswa UI tertahan aparat di Jalan Jenderal Sudirman saat menuju Bundaran HI. Mahasiswa tetap long march dan membawa lima tuntutan kepada pemerintah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Mahasiswa UI Tetap Bergerak ke Bundaran HI Meski Tertahan Aparat, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah
Indonesia
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Masalah sosial pendidikan di kalangan masyarakat juga bisa terselesaikan tanpa harus menunggu lama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 April 2026
Pemkot Surabaya Sediakan Beasiswa Bagi 23 Mahasiwa, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Indonesia
DPR Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di UI, Minta Sanksi Tegas untuk Pelaku
DPR RI minta sanksi tegas bagi pelaku dugaan pelecehan seksual di UI. Komisi X juga akan panggil rektor kampus sebelum masa reses.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPR Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di UI, Minta Sanksi Tegas untuk Pelaku
Indonesia
UI Selidiki Dugaan Grup Chat Bermuatan Seksual, 16 Mahasiswa Diperiksa
Universitas Indonesia menyelidiki dugaan grup chat bermuatan seksual. Sebanyak 16 mahasiswa diperiksa, korban mendapat pendampingan penuh.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
UI Selidiki Dugaan Grup Chat Bermuatan Seksual, 16 Mahasiswa Diperiksa
Bagikan