Proyek Tanggul Pantai Jakarta Molor, Dinas SDA Salahkan Nelayan
Pantai utara Jakarta. (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - Proyek pembangunan tanggul pantai di pesisir Jakarta molor dari target. Semula, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menargetkan pembangunan tanggul pantai rampung pada 2028. Namun target penyelesaian tanggul mundur menjadi tahun 2030.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin membeberkan alasan ada dua penyebab molornya target pembangunan infrastruktur pencegah banjir rob itu. Pertama, yakni lambatnya pengadaan barang dan jasa untuk pembangunan tanggul pantai.
"(Penyebab) kedua, kaitannya dengan kami tetap harus mengoordinasikan dengan nelayan yang ada di pesisir pantai," kata Ika di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/12).
Ika menuturkan telah berupaya memahami kebutuhan nelayan di pesisir pantai. Pasalnya, lanjut dia, nelayan meminta agar ada tempat untuk masuknya kapal atau parkiran kapal di tanggul pantai.
Baca juga:
Usai Disemprot Gibran, Pj Teguh Akui Pembangunan Tanggul Pantai Baru Dimulai 2025
Menurut dia, Pemprov DKI diklaim telah membangun tambatan kapal di tanggul pantai yang berada di kawasan Kali Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Namun di sisi lain, Ika hendak memastikan tambatan kapal nelayan tersebut tidak mengganggu alur berlayarnya kapal mereka.
"Masukan-masukan dari warga itu menjadi input buat kami dalam desain-desain tanggul-tanggul yang akan dibangun. Kalau main ke Kali Baru pasti lihat deh, ada jalur khusus untuk nelayannya," ungkapnya
"Jadi, yang harus koordinasikan khususnya adalah tempat tambatan kapalnya. Kita harus memastikan tambatan kapalnya itu tidak menghalangi alur pelayaran. Kemudian kan mereka kalau habis nelayan kan bawa tempat-tempat ikan. Kita perlu waktu untuk mengkoordinasikan itu semua, sehingga targetnya agak sedikit mundur sampai tahun 2030," lanjut dia.
Perlu diketahui, tanggul pantai merupakan program yang termasuk dalam program utama penanganan banjir bernama National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Selain tanggul pantai, NCICD juga meliputi pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall).
Baca juga:
Proyek Giant Sea Wall Jakarta Masuk Tahap Studi Kelayakan dan Pembiayaan
Pembangunan NCICD dibagi dalam tiga fase, yakni fase a, fase b, dan fase c. Fase A merupakan pembangunan tanggul pantai. Sementara, pembangunan giant sea wall termasuk dalam fase B dan fase C.
Fase A disebut sebagai pembangunan tanggul pantai lantaran tanggul yang dibangun terletak di pesisir pantai. Tanggul pantai berfungsi untuk mencegah banjir rob di utara Ibu Kota.
Nantinya, tanggul pantai bakal memiliki panjang 39 kilometer. Pemprov DKI hanya kebagian mendirikan 20 kilometer tanggul pantai. Sementara itu, sebanyak 16,1 kilometer tanggul pantai telah didirikan.
Giant sea wall terletak menjorok ke laut. Tanggul ini tak berbatasan dengan pantai maupun pesisir. Pembangunan giant sea wall dilakukan langsung oleh Kementerian PU. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Semarak Imlek di Jakarta, Pramono Ingin Lebih Berwarna
KPK Tetapkan Mulyono Purwo Wijoyo Tersangka Korupsi Restitusi Pajak KPP Madya Banjarmasin
AFC FUTSAL ASIAN CUP 2026: Menang Dramatis 5-3 atas Jepang, Indonesia Melaju ke Final
BAIC Indonesia Resmi Jadi Main Sponsor dan Official Car Clash of Legends Jakarta
Digitalisasi Layanan, DPLK Avrist Perkenalkan Aplikasi Dana Pensiun SiPURNA
Parpol Wajib Tahu, Catat Titik-Titik Steril Atribut Politik di Jakarta!
Jangan Ada Lagi Mau Lebaran Harga Cabai-Daging Mahal di Jakarta, DPRD Kebut Perda Baru
Aturan Baru, Pemasangan Atribut Parpol di Ruang Publik Jakarta Maksimal 6 Hari
Hujan Intensitas Tinggi di Jakarta, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada
Aksi Pengendara Motor Lawan Arus Warnai Lalu Lintas Jalan Daan Mogot Jakarta Barat