Profil Sammy Basso: Pejuang Progeria yang Menginspirasi Dunia Medis Itu Tutup Usia
Sammy Basso. Foto Instagram
MerahPutih.com - Sammy Basso, seorang pejuang penyakit langka progeria, meninggal dunia pada 5 Oktober 2024.
Selama hidupnya, ia menginspirasi banyak orang dengan semangat luar biasa dan kontribusi ilmiah yang mendalam.
Sammy dikenal sebagai salah satu tokoh global yang meningkatkan kesadaran tentang progeria, penyakit genetik langka yang menyebabkan penuaan dini pada anak-anak.
Baca juga:
Profil Eliano Reijnders, Skuad Baru Timnas Indonesia Adik Bintang AC Milan
Profil Sammy Basso
- Nama Lengkap: Sammy Basso
- Tanggal Lahir: 1 Desember 1995
- Tempat Lahir: Schio, Italia
- Pendidikan: Doktor Biologi dari Universitas Padua, Italia
Prestasi Sammy Basso
- Pendiri Asosiasi Progeria Italia (2005), organisasi yang mendukung penelitian dan kesadaran tentang progeria.
- Kontribusi dalam Penelitian Progeria: Terlibat dalam pengembangan obat pertama yang memperlambat gejala penyakit ini.
- Tokoh Inspiratif di Dokumenter: "Sammy's Journey" (National Geographic), yang menampilkan perjalanan hidupnya melawan keterbatasan.
Baca juga:
Kehidupan Awal dan Diagnosis Progeria
Baca juga:
Profil Marissa Haque: Aktris Legendaris dan Tokoh Politik yang Berpulang
Sammy didiagnosis menderita progeria pada usia dua tahun, penyakit langka yang hanya menyerang sekitar 1 dari 20 juta kelahiran.
Progeria menyebabkan tubuh mengalami penuaan yang cepat. Meski harapan hidup penderita umumnya pendek, Sammy berhasil hidup hampir 30 tahun, jauh melampaui rata-rata usia penderita progeria.
Kontribusi dalam Ilmu Pengetahuan
Sammy tak hanya menjadi simbol kekuatan menghadapi progeria, tetapi juga seorang ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk penelitian tentang penyakit ini.
Ia meraih gelar doktor di bidang biologi dari Universitas Padua dan berperan besar dalam pengembangan obat yang memperlambat perkembangan progeria, memberikan harapan baru bagi para penderita di seluruh dunia.
Aktivisme dan Dampak Global
Pada tahun 2005, Sammy bersama keluarganya mendirikan Asosiasi Progeria Italia untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit ini.
Sammy juga dikenal di seluruh dunia berkat dokumenter Sammy's Journey, yang menampilkan petualangannya menjelajahi Route 66 di Amerika Serikat.
Pesan Sammy kepada dunia sangat sederhana namun kuat: keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjalani hidup yang penuh makna dan kebahagiaan.
Melalui pidato-pidatonya, Sammy menyebarkan harapan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari cara seseorang memandang kehidupan, bukan dari kondisi fisik.
Baca juga:
Profil Sultan Najamudin, Bos Pabrik Bahan Peledak yang Kini Pimpin DPD RI
Penghargaan dan Warisan Sammy Basso
Sepanjang hidupnya, Sammy menerima banyak penghargaan atas dedikasinya dalam bidang kemanusiaan dan ilmu pengetahuan.
Ia dikenang sebagai simbol kekuatan dan harapan bagi ribuan orang yang menghadapi penyakit langka atau tantangan fisik.
Sammy Basso meninggalkan warisan yang tak ternilai dalam dunia medis dan sebagai inspirasi bagi mereka yang berjuang melawan penyakit atau kesulitan dalam hidup.
Warisannya akan terus dikenang sebagai cahaya bagi dunia penelitian progeria dan kemanusiaan.
Bagikan
ImanK
Berita Terkait
Kisah Hidup Meriyati Hoegeng, Istri Jenderal Hoegeng yang Berpulang di Usia Seabad
Profil Friderica Widyasari Dewi: Mantan Aktris Sinetron dan Istri Kepala BNPT yang Kini Jadi Petinggi OJK
Jejak Karier Iman Rachman, Dari Danareksa hingga Dirut BEI
Profil Sari Yuliati, ‘Juru Bayar’ Partai Golkar yang Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
Dunia Musik Indonesia Berduka, Vokalis Element Lucky Widja Tutup Usia karena Sakit
Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI
Sosok Ira Puspadewi, Eks Dirut ASDP yang 'Ditolong' Presiden Lolos dari Hukuman Penjara Kasus Korupsi
Profil dan Karier Arif Satria, Kepala BRIN yang Baru Saja Dilantik Prabowo
Dari Pabrik Porong ke Istana Negara, Profil dan Perjuangan Marsinah hingga Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional
Soeharto Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, dari Prajurit PETA hingga Presiden 32 Tahun