Profil BYD Shenzhen, Kapal Raksasa Pengangkut 9.200 Mobil yang Bersandar di Tanjung Priok
Kapal BYD Zhengzhou/Shenzhen. Foto: Instagram Pelabuhan Tanjung Priok
MerahPutih.com - Kapal pengangkut kendaraan BYD Zhengzhou bertenaga LNG kini telah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dilansir dari berbagai sumber, BYD Zhengzhou adalah kapal RoRo (Roll-on/Roll-off) bertenaga LNG (Liquefied Natural Gas).
Baca juga:
6 Mobil Listrik BYD Jadi Primadona di GIIAS 2025, Langsung Diserbu Pengunjung!
Kapal BYD Zhengzhou, atau lebih dikenal sebagai BYD Shenzhen, adalah kapal pengangkut mobil terbesar yang dimiliki BYD.
Kapal itu menuai sorotan karena mengangkut kendaraan 7 ribu unit mobil BYD dari China ke Indonesia. Pelabuhan Tanjung Priok menjadi pintu gerbang utama untuk pengiriman mobil-mobil BYD ke Indonesia.
BYD Shenzhen juga menggunakan teknologi propulsi ganda LNG (Liquefied Natural Gas) untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi. Berikut adalah spesifikasi lebih detail dari kapal BYD Shenzhen:
Panjang: 219 meter
Lebar: 37.7 meter
Jumlah dek kendaraan: 16
Kapasitas angkut: 9.200 mobil
Kecepatan layanan: 19 knot (34.3 km/jam)
Jenis: Ro-Ro (Roll-on/Roll-off)
Teknologi propulsi: Ganda LNG (Liquefied Natural Gas)
Fungsi tambahan: Dilengkapi perangkat hemat energi dan baterai stasioner BYD untuk operasional ramah lingkungan di pelabuhan.
(Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
China Dituduh Meretas Ajudan Para Perdana Menteri Inggris
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
Hubungan Memburuk, Jepang Kembalikan 2 Panda ke China yang Dilepas Penuh Keharuan
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
TYESO Resmi Hadir di Indonesia lewat Kerja Sama Eksklusif dengan PT USS
Duduk Perkara Belasan WNA China Serang TNI Pakai Parang di Ketapang Versi Kodam XII/Tanjungpura
China Kerahkan 100 Kapal AL Imbas Pernyataan Kontroversial PM Jepang