MerahPutih Bisnis - Saat ini, kebutuhan lilin mengalami peningkatan pesat di berbagai daerah menjelang perayaan Imlek. Salah satunya produsen lilin di Jalan Cibodas Raya A, Tangerang, Banten, yang kewalahan melayani permintaan.
Pemilik usaha Lilin 'ONG' Antonius mengatakan bahwa saat ini dirinya banyak dibanjiri oleh pemesanan lilin dari beberapa vihara di daerah Tangerang dan Jakarta.
"Kalau sekarang ini saya banyak sekali pihak vihara memesan lilin untuk perayaan imlek tahun ini, yang sudah sebentar lagi," ujarnya saat ditemui merahputih.com di workshop-nya, Perumahan Taman Cibodas, Jalan Cibodas Raya A3 21, Tangerang, Kamis (14/1).
Lilin yang ditawarkan Anton memiliki variasi warna dan ukuran. Mulai dari lilin berukuran 18 cm, 20 cm, 50 cm, 100 cm, 200 cm, 500 cm, 1.000 cm, hingga lilin berukuran 2.000 cm.
"Untuk harga yang ditawarkan berkisar Rp12.000 perkilo, biasanya ada juga ukuran besar," terangnya.
Selama ini, Anton juga membuat jenis lilin dengan berbagai macam warna mulai dari lili putih, lilin berwarna gradasi, lilin berwarna kuning, dan sebagainya.
"Jadi kita juga bisa membuat jenis lilin sesuai dengan pesanan dari customer, biasanya beragam ada yang diminta untuk dibuatkan segala macam bentuk dan warna," jelasnya.
Selain itu, keunikan lain dari produk lilin buatannya berbeda dengan lilin umumnya. Lilin buatan Anton memiliki bentuk sama tapi yang membedakannya jauh lebih panjang dan padat, agar lilin lebih tahan lama menyala dan tidak mudah patah.
"Kami punya keunggulan produk lain, yakni lilin yang dibuat lebih panjang dan lebih padat agar lilin tidak mudah patah," jelasnya.
Di samping itu, pihak yang memesan lilin tidak hanya dari pihak vihara saja. Sejumlah tempat ibadah gereja juga turut memesan di tempat Anton.
"Kebanyakan pelanggan kami berasal dari gereja-gereja Katolik di Jakarta. Tapi kebanyakan mereka memesan lilin berwarna putih, ditambah lagi sebentar lagi mau Paskah, ini saja permintaan sudah mulai banyak," terangnya.
Menjelang perayaan Imlek tahun ini, Anton mendapat pesanan sebesar 5.000- 15.000 buah lilin. Ia mengaku omzet yang diperolehnya mencapai Rp60 juta-Rp200 juta.
"Tiap tahunnya penjualan kami selalu ada peningkatan, dan kalau sepi biasanya usai perayaan keagamaan," tutupnya. (abi)
BACA JUGA:

