Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sepatu Kanvas Made In Negeri Aing Paling Diburu Sneakerhead

annehsannehs - Minggu, 13 Juni 2021
Sepatu Kanvas Made In Negeri Aing Paling Diburu Sneakerhead

Sneakers brand lokal kian diminati milenial (Foto- instagram @sepatucompass)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

CONVERSE pernah menjadi sepatu kanvas impian semua orang di tahun 1990-an. Model klasik dan tak lekang waktu, dan banyak dipakai musisi ternama dunia, berhasil membuat kebanyakan masyarakat Indonesia merasa harus memiliki sepatu asal Amerika Serikat tersebut. Sebut saja band seperti Green Day, Nirvana, Fugazi, sampai Avril Lavigne di tayangan MTV terang-terangan menggunakan sepatu kanvas Chuck Taylor.

Didirikan Marquis Mills Converse pada 1908, Converse termasuk salah satu sepatu tertua di dunia. Dengan ciri khas lingkaran dengan logo bintang di dalamnya, Converse All Star menjadi alas kaki membuat para penggunanya tergolong sebagai anak keren di lingkungan sekolah maupun kampus era 90-an.

View this post on Instagram

A post shared by @shoenna

Saking begitu diburu para peminatnya di Negeri Aing, bahkan saat anggaran mentok, banyak orang kemudian mengambil keputusan membeli barang palsu atau KW (kualitas 1-3). Tujuannya, tentu karena ada ketertarikan tertentu pada merek. Mereka akan senang, bangga, percaya diri, gaul, setelah sudah memakai produk tersebut, meski palsu. Penjualnya pun tak sedikit.

Kala itu, mereka menganggap lebih baik menggunakan barang palsu tapi mirip dengan sepatu kanvas cap bintang daripada beli produk lokal meski asli. Konsumen sadar akan merek (brand consciousness), menurut Hsiang?Ming Lee pada "Brand Image Strategy Affects Brand Equity After M&A," European Journal of Marketing (2011), cenderung mementingkan atribu-atribut seperti nama merek dan negara asal sehingga mempengaruhi intensi pembelian terhadap merek tersebut.

Baca juga:

4 Hal ini Bikin Kantong Milenial dan Gen Z Jebol!

Brand consciousness merupakan kebutuhan dan keinganan seseorang membeli merek-merek terkenal nan sering membuat pernyataan sosial. Apa saja akan dilakukan, termasuk membeli produk palsu, demi pernyataan sosial tersebut. Converse, dianggap sebagai brand luar negeri, di kala itu dianggap memiliki pernyataan sosial tertentu, sehingga jadi buruan.

Sneakers brand lokal kian diminati milenial (Foto: instagram @sepatucompass)
Sneakers brand lokal kian diminati milenial (Foto: instagram @sepatucompass)

Seiring dengan berjalannya waktu, mindset tentang "sepatu luar negeri lebih keren" pun mulai tergeser, saat sneakerhead mulai sadar kampanye bangga lokal , salah satunya jadi titik balik pada sepatu Compass.

Dengan kualitas tak kalah dengan Converse, sepatu brand lokal temuan Gunawan Kahar pada 1998 tentu dibanderol dengan harga jauh lebih murah, antara lain mulai Rp 300-ribuan (harga ritel) jika dibandingkan sepatu Converse dibanderol mulai dari Rp 800 ribuan.

Harga murah dengan kualitas 'enggak kaleng-kaleng' tentunya menjadi daya tarik utama sepatu Compass. Tidak heran, sepatu ini akan diserbu pada begitu rilis.

Baca juga:

Tren Sneakers Lokal Diprediksi Akan Meningkat di 2020

Setelah kepepet mencari, marketplace pun menjadi bukti keunggulan sepatu Compass bukan hanya dari harga minimal dengan kualitas maksimal. Nyatanya, harga sepatu Compass bisa di resell sampai dua kali lipat dari harga asli, bahkan beda tipis dengan sepasang sepatu Converse.

Ketenaran Compass akhirnya terbukti bukan karena kualitas dan harga saja. Terdapat gaya marketing Compass ciamik sehingga menarik perhatian para pencinta sneakers. Compass jadi memiliki "kelas"-nya tersendiri, bukan hanya sebagai sepatu murah lokal berkualitas. Apalagi, beberapa model dari sepatu Compass hanya dibuat dalam edisi terbatas sehingga menimbulkan rasa spesial dan eksklusif bagi para pemiliknya.

Compass pun tidak selalu mendapatkan titik terang dalam menjalankan bisnisnya di kancah fesyen Nusantara. Hampir gulung tikar, pabrik sepatu asal Bandung itu bangkit kembali setelah kedatangan Aji Handoko Purbo selaku Creative Director Compass yang bertanggungjawab untuk menangani sisi kreatif dan strategi bisnis.

"Waktu itu pak Gunawan sudah hampir nyerah karena sering ditinggal rekan bisnisnya yang sudah sukses. Malahan istrinya sudah minta dia buat pensiun. Usaha terakhir pak Gunawan adalah berusaha menghidupkan kembali Compass karena ini adalah produksi dalam negeri dan diharapkan bisa sukses di negeri sendiri," tutur Aji seperti dikutip dari Liputan 6.

Compass setelahnya mulai meraih kesuksesan sejak 2018. Selain bekerjasama dengan Ariel Noah sebagai brand ambassador, Compass juga sering berkolaborasi dengan pihak lain, seperti Brian Notodihardjo (Compass Bravo), Darahkubiru, Oldblue.co, dan lain-lain.

Ventela. (Foto MP/Shenna)
Ventela. (Foto MP/Shenna)

Tidak hanya Compass, perusahaan sepatu lokal Ventela juga ikut naik daun bersamaan dengan tenarnya Compass bagi generasi muda. Telah hadir sejak 2017, brand sepatu asal Bandung gubahan William Ventela telah menghasilkan beberapa model sepatu terkenal di kalangan generasi muda seperti Ventela Public, Ventela Hard13 Noir, dan Sang Sekerta.

Ventela pernah pula merilis sebuah kolaborasi dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Bahkan, Ventela berkolaborasi dengan Yang Ayam, bisnis kuliner milik anak Presiden Indonesia dan rumah desain custom Nevertoolavish untuk menghasilkan sepatu Ventela Sang Sekerta Lohita.

View this post on Instagram

A post shared by Ventela® (@ventelashoes)

Sepatu berbahan dasar kanvas tersebut akhirnya disempurnakan dengan sentuhan poa batik semakin membuat sepatu ini terasa Indonesia banget. Kesuksesan Compass dan Ventela membuktikan tren bisa bergeser meski konsumen telah memiliki brand consciousness. (SHN)

Baca juga:

Cukup Diinjak Belakangnya, Langsung Auto Keren Pakai Sepatu Ini

#Juni Made In Negeri Aing #Tren Fesyen #Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
JF3 Fashion Festival 2026 menghadirkan L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES, mempertemukan desainer muda Indonesia dan Prancis melalui kolaborasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Satukan Desainer Muda Indonesia dan Prancis Lewat L'ENTRE-DEUX: INTERWOVEN IDENTITIES
Fashion
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
JF3 2026 resmi digelar dengan tema Recrafted: Shaping the Future. Festival ini menghadirkan lebih dari 50 desainer dari Indonesia hingga Eropa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
JF3 2026 Resmi Dibuka, Simak Tema, Program, dan Jadwal Fashion Show Lengkap
Fashion
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
Dari batik hingga bordir buatan tangan, Lakon Indonesia menghadirkan HARSA sebagai koleksi terbaru yang merayakan proses, craftsmanship, dan kebahagiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Lakon Indonesia Hadirkan Koleksi HARSA, Rayakan Kebahagiaan dalam Setiap Proses Berkarya
ShowBiz
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Band alternatif Supple merilis single 'In A Mess' sebagai pembuka album terbaru sekaligus berkolaborasi dengan BOOspace lewat I AM BOOCLOTH EXHIBITION.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace
Fashion
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Tahun ini, JF3 membawa tema 'Recrafted: Shaping the Future'.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
BTN Indonesia Fashion Week 2026 menghadirkan inovasi baru lewat kolaborasi dengan Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Hadirkan Pengalaman Multisensori, Gandeng Dahlia Teh Keraton sebagai Signature Scent
Fashion
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Isa Boulder dikenal sebagai label fesyen yang mengedepankan eksplorasi material, teknik tekstil eksperimental, serta pendekatan body-conscious silhouette.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
ASICS Gandeng Isa Boulder Hadirkan HYPERSYNC dengan Sentuhan Craftsmanship Bali
Fashion
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
BTN Indonesia Fashion Week 2026 memperkuat kolaborasi Indonesia dan Italia melalui Italian Trade Agency dan ASSOMAC untuk mendorong inovasi industri mode nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Indonesia Fashion Week 2026 Perkuat Kolaborasi Indonesia-Italia untuk Industri Mode
Fashion
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Koleksi ini terdiri dari atasan kemeja, tee, kaus lengan panjang, celana panjang dan pendek, celana bermuda, serta dua sepatu spesial.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Adidas Rilis Koleksi SS26 Summer Glow, Terinspirasi Iklim Tropis dan Kekayaan Artistik Indonesia
Fashion
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
ESMOD Jakarta memberikan panggung bagi para mahasiswa untuk memamerkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide kreatif menjadi rancangan busana.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Mahasiswa ESMOD Jakarta Bersinar dalam Trunk Show di BeautyFest Asia
Bagikan