Produk Kolagen yang Siap Bikin Kulit Terlihat Awet Muda

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 19 Juni 2021
Produk Kolagen yang Siap Bikin Kulit Terlihat Awet Muda

Merawat kulit dengan mudah. (Foto: Instagram/byooteofficial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa pandemi ini, menjaga kesehatan tubuh menjadi hal yang wajib dilakukan setiap individu. Selain menjaga tubuh agar terus fit, menjaga kesehatan kulit kini bukan lagi hal sulit karena ketersediaan berbagai produk yang ada, salah satunya kolagen Byoote buatan Listia Magdalena atau akrab dipanggil Paopao.

“Saya percaya bahwa menjaga kesehatan kulti adalah investasi terbaik, terutama untuk kaum perempuan. Walau mungkin hasil yang didapatkan berbeda di setiap orang, namun dengan hadirnya produk ini dapat menguatkan edukasi menguatkan edukasi yang terus menerus kami lakukan bahwa menjaga kesehatan dari dalam tubuh juga penting dilakukan,” kata Paopao yang meluncurkan Byoote pada Oktober 2019.

Produk Byoote dibuat berawal dari hobi traveling dan banyak teman Paopao yang menitipkan kolagen pada dirinya. Alhasil, PaoPao dan rekan-rekannya mencoba untuk meneliti kandungan apa yang ada di dalam produk kolagen tersebut.

Secara umum, kolagen dalam tubuh manusia dapat berkurang seiring bertambahnya usia dan salah satu dampaknya adalah kulit mengendur dan muncul kerutan halus. Sekitar usia 30 tahun, produksi kolagen alami mulai melambat.

Baca juga:

Atasi Rambut Rontok dengan Nutrisi Ini


Tanda-tanda penuaan pun muncul seperti garis halus, keriput, serta selulit, karena itulah asupan kolagen sangat penting untuk tubuh.

Byoote adalah minuman serbuk dengan teknologi Hydrolized Collagen, yang kolagennya sudah di pecah hingga partikel terkecil sehingga dapat dengan cepat di serap oleh tubuh. Tidak hanya kolagen, Byoote juga mengandung L-Glutathione Grade A yang di import langsung dari Jepang, berfungsi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas dan mencerahkan kulit.

Paopao dan tim pun terus melakukan inovasi dengan meluncurkan produk baru bernama BYT Colla pada Rabu (16/6). Dengan kandungan tripeptide dan pemanis gula stevia, BYT Colla hadir dengan rasa strawberry yang menyegarkan.

Baca juga:

Perempuan Cantik Harus Punya Rambut Elastis

Produk BYT Colla dikemas dalam box berisikan 10 sachet yang dapat dikonsumsi setiap hari. dan sudah tersertifikasi Halal serta terdaftar di BPOM.

“Dengan hadirnya BYT Colla, diharapkan bisa membuat konsumsi minuman kolagen ini lebih praktis dan dapat terus memberikan manfaat, seperti kulit menjadi lebih lembab, mengurangi kerutan, mengatasi jerawat, dan sebagainya,” tutup Paopao. (and)

Baca juga:

6 Buah yang Menjaga Kulit dari Sengatan Sinar Matahari

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan