Produk Fesyen yang dapat Terurai di Alam, Jaga Lingkungan Hidup

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 25 Januari 2023
Produk Fesyen yang dapat Terurai di Alam, Jaga Lingkungan Hidup

Produk yang berangkat dari kepedulian pada lingkungan hidup. (Unlesscollective)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARUS diakui bahwa fast fashion merupakan industri bisnis besar, sayangnya menghasilkan limbah yang besar juga. Seperti yang dikutip dari CNBC, industri ini bertanggungjawab atas sekitar 10% emisi karbon global. Ada sekitar 70% dari industri fesyen yang terdiri dari barang-barang terbuat dari bahan sintetis atau petrokimia.

Sementara itu, banyak perusahaan yang mengklaim merk pakaian mereka sustainable. Namun ada perbedaan yang sangat luas mengenai pengertian sustainable di sini. Untuk pengurangan karbon emisi, ada di proses manufaktur pembuatan pakaian, sementara untuk yang lain ada di pakaian itu sendiri.

Baca Juga:

Doja Cat Tampil dengan 30.000 Swarovski Merah di Seluruh Tubuh

fesyen
Salah satu Biodegradable hoodie dari Unless. (Unlesscollective)


Pasar pakaian berbahan dasar tumbuhan berkembang cukup pesat, hal ini ditandai oleh perusahaan seperti Activ activewear, Kent underwear, dan startup Unless, yang menyebut dirinya sebagai merek streetwear pertama yang menciptakan produk yang akan terurai tanpa bahaya di akhir masa pakainya.

Tidak seperti kebanyakan pakaian yang berbahan dasar tak natural, pakaian ini dapat terurai oleh tanah. Semuanya terbuat dari 100% unsur tumbuhan seperti kapas daur ulang, rami, kulit nabati, dan sabut kelapa, menurut perusahaan.

"Kami memulai perusahaan ini karena kami adalah sekumpulan eksekutif fesyen yang bosan dengan budaya membuat, mengambil, dan membuang fesyen," kata Eric Liedtke, CEO dari Unless.

Dia menyebutkan bahwa kekurangan fesyen yang direncanakan pada dasarnya berbahan baku non-natural yang murah. Namun, yang tidak kamu ketahui tentang itu adalah hal tersebut menciptakan bahan sintetis yang tidak bisa terurai.

Produk yang mereka berawal dari kepedulian pada lingkungannya. Hal itu yang kemudian menjadi cerita yang disampaikan pada konsumen. Ini menjadi jawaban dari pertanyaan konsumen yang peduli pada pakaian dan sejenisnya setelah dibuang. Dia menyebutkan bahwa produk mereka dapat musnah tanpa bahaya dan menjadi makanan tumbuhan dan cacing.

Baca Juga:

Compass x #FR2 Rilis Koleksi Spesial Tahun Kelinci Air

fesyen
Produk sepatu yang dapat terurai di alam. (Unlesscolllective)

Unless hanya memiliki satu toko ritel pop-up di kota asalnya Portland, Oregan, selain penjualan online. Dia berharap perusahaan akan tumbuh seiring dengan permintaan konsumen yang meningkat pesat untuk produk yang lebih ramah lingkungan. Mereka berencana untuk berkolaborasi dengan merek lain karena semakin banyak perusahaan yang ingin memerangi pemborosan mode.

Unless baru-baru ini meluncurkan kolaborasi dengan Mammut, perusahaan pendakian Swiss yang berusia 160 tahun. Mereka melakukannya bertepatan dengan Hari Gunung Internasional, dan produk itu habis terjual dalam 48 jam.

Kolaborasi tersebut dianggap oleh pembelinya sangat menguntungkan bagi alam. Misalnya hoodie seharga USD119 atau sekitar Rp1,8 juta di situs webnya tak semahal bila dibandingkan dengan perlindungan alam.

Para pembeli mau membayar lebih mahal untuk pakaian ramah lingkungan. Mereka menyebutkan itu adalah cara untuk berkontribusi membantu planet ini,

Unless didukung oleh Connect Ventures, kemitraan investasi antara Creative Artists Agency dan NEA (New Enterprise Associates), dan hingga saat ini telah mengumpulkan USD7,5 juta atau lebih kurang Rp112 miliar untuk berproduksi. (ahs)

Baca Juga:

Lisa Blackpink Desain Arloji Edisi Terbatas dengan Bvlgari

#Fashion #Ramah Lingkungan #Pelestarian Lingkungan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan