Produk Fesyen yang dapat Terurai di Alam, Jaga Lingkungan Hidup
Produk yang berangkat dari kepedulian pada lingkungan hidup. (Unlesscollective)
HARUS diakui bahwa fast fashion merupakan industri bisnis besar, sayangnya menghasilkan limbah yang besar juga. Seperti yang dikutip dari CNBC, industri ini bertanggungjawab atas sekitar 10% emisi karbon global. Ada sekitar 70% dari industri fesyen yang terdiri dari barang-barang terbuat dari bahan sintetis atau petrokimia.
Sementara itu, banyak perusahaan yang mengklaim merk pakaian mereka sustainable. Namun ada perbedaan yang sangat luas mengenai pengertian sustainable di sini. Untuk pengurangan karbon emisi, ada di proses manufaktur pembuatan pakaian, sementara untuk yang lain ada di pakaian itu sendiri.
Baca Juga:
Doja Cat Tampil dengan 30.000 Swarovski Merah di Seluruh Tubuh
Pasar pakaian berbahan dasar tumbuhan berkembang cukup pesat, hal ini ditandai oleh perusahaan seperti Activ activewear, Kent underwear, dan startup Unless, yang menyebut dirinya sebagai merek streetwear pertama yang menciptakan produk yang akan terurai tanpa bahaya di akhir masa pakainya.
Tidak seperti kebanyakan pakaian yang berbahan dasar tak natural, pakaian ini dapat terurai oleh tanah. Semuanya terbuat dari 100% unsur tumbuhan seperti kapas daur ulang, rami, kulit nabati, dan sabut kelapa, menurut perusahaan.
"Kami memulai perusahaan ini karena kami adalah sekumpulan eksekutif fesyen yang bosan dengan budaya membuat, mengambil, dan membuang fesyen," kata Eric Liedtke, CEO dari Unless.
Dia menyebutkan bahwa kekurangan fesyen yang direncanakan pada dasarnya berbahan baku non-natural yang murah. Namun, yang tidak kamu ketahui tentang itu adalah hal tersebut menciptakan bahan sintetis yang tidak bisa terurai.
Produk yang mereka berawal dari kepedulian pada lingkungannya. Hal itu yang kemudian menjadi cerita yang disampaikan pada konsumen. Ini menjadi jawaban dari pertanyaan konsumen yang peduli pada pakaian dan sejenisnya setelah dibuang. Dia menyebutkan bahwa produk mereka dapat musnah tanpa bahaya dan menjadi makanan tumbuhan dan cacing.
Baca Juga:
Unless hanya memiliki satu toko ritel pop-up di kota asalnya Portland, Oregan, selain penjualan online. Dia berharap perusahaan akan tumbuh seiring dengan permintaan konsumen yang meningkat pesat untuk produk yang lebih ramah lingkungan. Mereka berencana untuk berkolaborasi dengan merek lain karena semakin banyak perusahaan yang ingin memerangi pemborosan mode.
Unless baru-baru ini meluncurkan kolaborasi dengan Mammut, perusahaan pendakian Swiss yang berusia 160 tahun. Mereka melakukannya bertepatan dengan Hari Gunung Internasional, dan produk itu habis terjual dalam 48 jam.
Kolaborasi tersebut dianggap oleh pembelinya sangat menguntungkan bagi alam. Misalnya hoodie seharga USD119 atau sekitar Rp1,8 juta di situs webnya tak semahal bila dibandingkan dengan perlindungan alam.
Para pembeli mau membayar lebih mahal untuk pakaian ramah lingkungan. Mereka menyebutkan itu adalah cara untuk berkontribusi membantu planet ini,
Unless didukung oleh Connect Ventures, kemitraan investasi antara Creative Artists Agency dan NEA (New Enterprise Associates), dan hingga saat ini telah mengumpulkan USD7,5 juta atau lebih kurang Rp112 miliar untuk berproduksi. (ahs)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Beauty Science Tech 2026, Satukan Sains, Teknologi, dan Dampak Bermakna
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
BRIN Temukan 93 Habitat Paus dan Lumba-Lumba di Barat Sumatra Berada di Luar Area Konservasi
UNTOLD Stories: di Balik Outfit Kece Atlet Indonesia untuk SEA Games Thailand 2025
‘Light and Shape’: ESMOD Jakarta Rayakan Inovasi Mode dari Desainer Muda di Creative Show 2025
UNIQLO Gandeng BABYMONSTER untuk Koleksi UT Terbaru, Tampilkan Desain Edgy dan Playful
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa