Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung Perintahkan Penyelidikan Baru atas Tragedi Halloween Itaewon pada 2022, Janjikan Buka Semua Catatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 17 Juli 2025
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung Perintahkan Penyelidikan Baru atas Tragedi Halloween Itaewon pada 2022, Janjikan Buka Semua Catatan

Kawasan Itaewon yang terdiri dari gang dan jalan nan sempit. (foto: Instagram @maiiamchu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Korea Selatan Lee Jae-myung berjanji akan membentuk satuan tugas investigasi gabungan yang terdiri dari jaksa dan polisi untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya di balik tragedi desak-desakan di Itaewon pada 2022. Tragedi perayaan Halloween itu menewaskan 159 orang, termasuk 26 warga negara asing.

Jae-myung juga berjanji akan mengundang keluarga korban warga negara asing untuk menghadiri upacara peringatan tiga tahun tragedi tersebut. Peringatan akan digelar Oktober mendatang. Demikian disampaikan pernyataan kantor kepresidenan pada Kamis (16/7).

Pengumuman ini disampaikan sehari setelah Presiden Jae-myung bertemu dengan keluarga korban dari empat tragedi nasional besar baru-baru ini, yakni tenggelamnya feri Sewol pada 2014, desak-desakan Itaewon 2022, banjir terowongan Osong 2023, dan kecelakaan Jeju Air 2024. Pertemuan ini menyoroti tuntutan publik yang terus berlanjut akan akuntabilitas dan proses penyembuhan.

Pertemuan bertajuk ‘Percakapan untuk Mengenang, Menghibur, dan Menyembuhkan’ itu mempertemukan sekitar 200 anggota keluarga korban dan menjadi wadah dialog langsung antara keluarga korban dan negara.

“Saat menanggapi permintaan dari keluarga korban agar korban warga negara asing mendapat pengakuan khusus, Presiden menginstruksikan agar partisipasi keluarga mereka dalam peringatan tiga tahun tragedi Itaewon dipertimbangkan secara aktif,” ujar juru bicara kepresidenan Kang Yu-jung dalam konferensi pers pada Kamis.

Para korban asing berasal dari 14 negara, yakni Amerika Serikat, Jepang, Prancis, Australia, Norwegia, Austria, Tiongkok, Rusia, Vietnam, Thailand, Sri Lanka, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Iran. Mayoritas dari mereka berusia sekitar 20 tahun.

Baca juga:

2 Tahun Tragedi Itaewon, Mantan Kepala Polisi Seoul Dinyatakan Tidak Bersalah



Presiden menekankan pentingnya penyelidikan yang menyeluruh dan tidak memihak atas tragedi Itaewon. “Masih belum ada pemahaman publik yang jelas tentang tragedi ini. Presiden menegaskan investigasi harus diberi wewenang koersif jika diperlukan. Ia berjanji membentuk satuan tugas gabungan jaksa dan polisi untuk bekerja bersama dengan komite penyelidikan khusus,” kata Yu-jung mengutip pernyataan Presiden Jae-myung dalam acara tersebut, seperti dilansir The Korea Times.

Dalam acara itu, perwakilan keluarga korban Itaewon mendesak pemerintah melakukan investigasi tulus yang dipimpin negara, membuka seluruh informasi terkait dengan tragedi tersebut, dan memberikan dukungan psikologis serta sosial yang menyeluruh bagi para penyintas dan keluarga korban.

Pejabat pemerintah yang hadir dalam pertemuan Rabu lalu berjanji akan menyusun pedoman untuk mendukung keluarga korban dalam bencana-bencana di masa depan. Mereka juga berkomitmen agar setiap kementerian mengalokasikan anggaran dan tenaga kerja yang memadai untuk bantuan bagi korban, serta menyediakan layanan perawatan psikologis yang komprehensif.

Selain itu, pemerintah juga berjanji akan membuka semua catatan terkait dengan insiden tersebut sejauh diizinkan hukum.(dwi)

Baca juga:

Tayang di Paramount+, Dokumenter 'Crush' Kisahkan Kembali Tragedi Itaewon

#Tragedi Itaewon #Korea Selatan #Lee Jae Myung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Shin Tae-yong terseret kasus dugaan kekerasan terhadap pemain saat masih menangani Ulsan HD pada musim lalu.
Frengky Aruan - Jumat, 24 Juli 2026
Shin Tae-yong Disanksi Berat oleh Federasi Sepak Bola Korea, Dugaan Kekerasan terhadap Pemain
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Fun
Korea Selatan Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae Myung Minta Investigasi
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, kecewa berat usai timnasnya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Ia pun meminta adanya investigasi.
Soffi Amira - Selasa, 30 Juni 2026
Korea Selatan Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae Myung Minta Investigasi
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Indonesia
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Kapal nelayan asal Indonesia bertabrakan dengan kapal LPG di perairan Busan, Korea Selatan. Dua ABK WNI hilang, enam awak diselamatkan. Presiden Korsel perintahkan pencarian besar-besaran.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Kapal LPG Tabrak Nelayan, 2 ABK WNI Hilang di Lepas Pantai Busan Korsel
Olahraga
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Link live streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan akan dimulai Kamis (25/6) pukul 08.00 WIB. Keduanya berusaha mengamankan babak 32 besar.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Link Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Duel Hidup-Mati di Grup A
Olahraga
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Simak jadwal piala dunia 2026 malam ini18-21 Juni 2026. Ada laga Inggris vs Kroasia, Brasil vs Haiti, Jerman vs Pantai Gading hingga Spanyol vs Arab Saudi
ImanK - Kamis, 18 Juni 2026
Jadwal Piala Dunia 2026 Pekan Ini: Inggris, Brasil dan Jerman Main, Catat Tanggalnya
Bagikan