Presiden Jokowi Undang Pebisnis Singapura Berinvestasi di Indonesia

Luhung SaptoLuhung Sapto - Rabu, 29 Juli 2015
Presiden Jokowi Undang Pebisnis Singapura Berinvestasi di Indonesia

Presiden Jokowi memaparkan kinerja dan tantangan sektor ekonomi dalam acara Silaturahim dengan Dunia Usaha yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di JCC, Jakarta (foto Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Bisnis-Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Singapura selama dua hari, Selasa (28/7) dan Rabu (29/7) dalam rangka mengundang para investor Negeri Singa itu untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Di depan para pejabat tinggi pemerintah dan pejabat perusahaan, termasuk kepala eksekutif DBS (Bank Singapura) dan Wilmar International, mantan pengusaha mebel ini menyatakan saat ini adalah waktu terbaik untuk "meraup keuntungan besar" dengan melakukan investasi di Indonesia, negara dengan jumlah populasi keempat terbesar di dunia.

"Dunia (saat ini) tampak penuh ketidakpastian dan risiko. Apa maksud semua ini? Kita harus melihat sejarah untuk membuktikan bahwa mereka yang berhasil menangkap (peluang), mereka yang datang lebih awal, akan menjadi pihak yang akan meraup keuntungan besar," ujar Joko Widodo dalam sebuah forum bisnis di Singapura, seperti dikutip VOAIndonesia, Rabu (29/7).

Presiden Jokowi mendesak para investor asing untuk tidak melewatkan kesempatan dengan melakukan lebih banyak investasi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia membutuhkan investasi asing untuk membantu membiayai proyek berbagai proyek infrastruktur, menutup defisit anggaran berjalan, serta menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi.

Investasi asing langsung (FDI) masih menjadi tumpuan ekonomi Indonesia, di mana FDI pada kuartal kedua meningkat 18,2 persen dari tahun lalu, laju peningkatan tercepat sejak 2013.

Namun, pasar masih meragukan kemampuan Jokowi untuk bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sementara ia harus berjuang mengatasi perpecahan di dalam partai politik koalisinya, serta sengketa yang terjadi di antara sesama lembaga pemerintahan.

"Ya memang benar, (saya akui) kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di Indonesia," ujar Presiden Jokowi, yang juga mantan pengusaha mebel ini." Jokowi kemudian menambahkan, "Tetapi sebagai pengusaha kita tahu, ada risiko yang harus ditanggung, ketika kita ingin meraih keuntungan." 

Hari ini Presiden Jokowi meninggalkan Singapura dan langsung bertolak ke Semarang, Jawa Tengah. Di Semarang, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri peluncuran produksi bus besar BRT sebanyak 1.000 unit, di pabrik karoseri, Ungaran. Selain itu, pada Rabu (29/7) malam ini, Presiden Jokowi dijadwalkan akan memberikan pembekalan calon perwira remaja akademi TNI/Polri, di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang. Hari Kamis (30/7) besok, Presiden Jokowi akan menghadiri wisuda prasetya perwira TNI/Polri, di Akpol, Semarang. (Luh)

Baca Juga: 

Inggris akan Danai Proyek Infrastruktur Pemerintahan Jokowi

Presiden Jokowi akan Hadiri Rembuk Nasional Kreatif I 2015 di ICE

Jokowi akan ke Singapura, Menko Sofyan Temui Menteri Singapura

#Investasi #Presiden Jokowi
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Prabowo pun menyinggung istilah robber barons yang populer digunakan di sejumlah negara pada abad ke-19, namun dinilainya sama dengan greedonomics di hadapan para undangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Di World Economic Forum, Prabowo Tegaskan Greedonomics Cara Tindak Pengusaha Rakus
Indonesia
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Dengan kehadiran Presiden, Indonesia mendapatkan investasi yang bagus dan banyak supaya bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Januari 2026
Pidato Prabowo di World Economic Forum Diharapkan Bisa Bawa Investasi
Indonesia
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Presiden Prabowo Bakal Pidato Khusus di World Economic Forum
Indonesia
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Salah satu kejutan besar dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta adalah lonjakan di sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Danantara telah berdiskusi dengan Kamar Dagang Swiss (Swiss Chamber of Commerce) mengenai potensi kerja sama dalam proyek tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Berita
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Ketidakpastian ekonomi global mendorong investor Indonesia memilih diversifikasi investasi lintas negara untuk mengelola risiko portofolio.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Januari 2026
Diversifikasi Investasi Global Jadi Pilihan Investor Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Indonesia
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Beberapa proyek strategis diantaranya Proyek Bauksit, Alumunium, Bioavtur, Refinery (Kilang), hingga Proyek Budidaya Unggas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Januari 2026
Proyek Kilang sampai Budidaya Unggal Bakal Groundbreaking di Februari 2026
Lifestyle
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Saat ini, ada lebih dari lima pemain besar di sektor neobank kripto. Revolut, Kast, Ether.fi, Rain, Tria, dan Reddotpay adalah beberapa di antaranya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
5 Tren Utama Kripto 2026: Dari Dominasi Neobank Hingga Lonjakan Pasar Prediksi
Indonesia
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Harga emas Pegadaian hari ini kembali naik. Emas UBS dan Galeri24 kompak menguat selama tiga hari beruntun. Simak daftar harga terbarunya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Update Harga Emas Kamis (25/12): Naik 3 Hari Beruntun, UBS dan Galeri24 Kompak Menguat
Lifestyle
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Tingginya minat ini didorong oleh kemampuan leverage yang memperbesar posisi modal serta akses perdagangan nonstop 24 jam
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 Desember 2025
Pengguna Pintu Futures Naik 37 Persen di Tengah Penurunan BTC 2025
Bagikan