Presiden Diminta Hentikan Operasi Militer di Papua

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 14 Agustus 2019
Presiden Diminta Hentikan Operasi Militer di Papua

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Masyarakat Papua, Theo Hasegem. (MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua setiap waktunya semakin masif. Tragedi ini berdampak ke berbagai pihak, baik yang tak terlibat sama sekali pun.

Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Masyarakat Papua, Theo Hasegem mengatakan, operasi militer yang berlangsung saat ini cenderung mengorbankan warga sipil.

Baca Juga: Sebelum Dihabisi, Briptu Hedar Dianiaya KKB

"Korban jiwa yang terus bertambah kami lihat tak ada untungnya. Justru merugikan masyarakat sipil yang sebenarnya tak tau apa-apa," kata Theo di kantor Amnesty Internasional, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. (Foto: net)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. (Foto: net)

Theo melanjutkan, ada 184 warga yang menjadi korban. Mereka ada yang ditembak dan meninggal karena sakit saat berada di kamp pengungsian.

"Termasuk pendeta Geyimin Nirigi yang tewas karena ditembak diduga oknum aparat melalui upaya paksa di Mapeduma, Nduga," jelas Theo.

Theo melanjutkan, pengerahan aparat TNI dan Polri di Nduga sudah seperti operasi militer. Warga menjadi korban selama enam bulan operasi dengan mengungsi dan kesulitan untuk mendapatkan akes kesehatan.

"Dampak operasi tersebut diduga telah terjadi pelanggaran HAM selama konflik berlangsung," ungkap Theo.

Sejumlah laporan menyebutkan, aparat menurunkam beberapa bahan peledak dan senjata yang mengerikan bagi masyarakat. "Ada masyarakat yang terkena dampak seperti pecahan bom hingga asap," terang Theo.

Baca Juga: KKB Pimpinan Porum Okiman Wenda Takuti Warga Balingga Hingga Mengungsi

Sementara, Pdt. Esmon Walilo, Kordinator Gereja Kingmi di Tanah Papua Kabupaten Jayawijaya meminta Presiden Joko Widodo menarik pasukan TNI dan Polri dari Nduga. "Ini untuk menjaga kestabilan wilayah kehidupan masyarakat Nduga;" jelas Esmon.

Ia juga mendesak agar mendedak akses dan memberikan jaminan keamanan bagi jurnalis, investigasi HAM dan pekerka kemanusiaan ke Nduga. "Harus pula dibentuk tim Komite Penyelidik Pelanggar HAM Ad Hoc untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM pasca kejadian Desember 2018 di Nduga," jelas Esmon.

Konflik akibat kontak senjata antara aparat TNI polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019 menyebabkan warga di Distrik Mbua, Yal, Yigi, Mapenduma, Nikuri, dan Mbulmu Yalma mengungsi.

Diperkirakan sekitar 2.000 warga mengungsiyang tersebar di Distrik Mbua, Distrik Yal, Distrik Mbulmu Yalma Kabupaten Nduga dan kabupaten Wamena.

Jumlah pengungsi pelajar SD, SMP, SMA sebanyak kurang lebih 600 orang yang terdata di Distrik Mbua, Distrik Yal, Distrik Mbulmu Yalma Kabupaten Nduga sedangkan di Kabupaten Wamena belum diketahui secara pasti karena kondisi pengungsi berada di keluarga atau suku masing-masing.

Begitu pula dengan jumlah pengungsi dewasa dan kelompok rentan lainnya masih belum bisa didata karena kondisi keamanan serta masyarakat yang masih merasa takut untuk berkomunikasi dengan pihak di luar sukunya atau keluarganya. (Knu)

Baca Juga: Foto-Foto Brimob Korban Penyergapan KKB Papua di Bandara Distrik Mugi

#Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Lebaran di Garis Depan, Operasi Damai Cartenz 2026 Pastikan Papua Aman Saat Warga Asyik Sungkeman
Para penjaga perdamaian ini memilih setia pada garis tugas, memastikan stabilitas tetap terjaga kala sebagian besar penduduk negeri merayakan kemenangan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Maret 2026
Lebaran di Garis Depan, Operasi Damai Cartenz 2026 Pastikan Papua Aman Saat Warga Asyik Sungkeman
Indonesia
KKB Papua Kocar-kacir, Satgas Cartenz 2026 Ungkap Peran Meno Kogoya Dalam Rentetan Penembakan Pesawat
Selain Meno, Satgas juga mengungkap identitas tiga pelaku lainnya, yakni Kotor Payage alias Kotoran Giban, Enage Heluka, dan Homi Heluka.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 Maret 2026
KKB Papua Kocar-kacir, Satgas Cartenz 2026 Ungkap Peran Meno Kogoya Dalam Rentetan Penembakan Pesawat
Indonesia
Kontak Tembak dengan Kelompok Separatis di Nabire Papua, Aparat Kuasai Markas Lawan dan Temukan 561 Butir Amunisi Berbahaya
Upaya penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan kelompok tersebut di salah satu markas persembunyian mereka.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Kontak Tembak dengan Kelompok Separatis di Nabire Papua, Aparat Kuasai Markas Lawan dan Temukan 561 Butir Amunisi Berbahaya
Indonesia
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Meno Heluka di Yahukimo, Terlibat Penembakan TNI
Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap anggota KKB Meno Heluka di Yahukimo, Papua. KKB ini terlibat kasus penembakan Serka Segar Mulyana pada 16 Juni 2025.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Meno Heluka di Yahukimo, Terlibat Penembakan TNI
Indonesia
Papua Belum Aman, DPR Desak Strategi Ganda Hadapi Gerilya KKB
Kondisi di Bumi Cendrawasih saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil
Angga Yudha Pratama - Jumat, 20 Februari 2026
Papua Belum Aman, DPR Desak Strategi Ganda Hadapi Gerilya KKB
Indonesia
Tragedi Smart Air Papua, DPR Sebut Sistem Keamanan Bandara Bocor
Bandara itu adalah sarana yang sangat vital. Kalau tidak ada rasa aman, orang bisa membatalkan kunjungannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Tragedi Smart Air Papua, DPR Sebut Sistem Keamanan Bandara Bocor
Indonesia
Perempuan Asal NTT Jadi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua
Korban mengalami dua luka tusuk di bagian pundak kanan setelah diserang dua orang tak dikenal (OTK) saat sedang mencari nafkah.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Perempuan Asal NTT Jadi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua
Indonesia
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Empat orang terduga pelaku penembakan pesawat Smart Air di Boven Digoel ditangkap. Polisi masih memburu pelaku lainnya.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
4 Orang Ditangkap terkait Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel, Pelaku Lain Masih Diburu
Indonesia
KKB Tebar Ancaman di Papua, Pengusaha Asal Maros, Sulsel, Jadi Korban Terbaru
Peristiwa tragis yang menimpa korban terjadi di Distrik Ilu, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.00 WIT.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026
KKB Tebar Ancaman di Papua, Pengusaha Asal Maros, Sulsel, Jadi Korban Terbaru
Indonesia
Sopir Tangki Air Ditembak OTK di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Keamanan
Sopir tangki air di Yahukimo, Papua Pegunungan, ditembak oleh OTK. Satgas Damai Cartenz pun langsung memperketat keamanan di wilayah tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Sopir Tangki Air Ditembak OTK di Yahukimo, Satgas Damai Cartenz Tingkatkan Keamanan
Bagikan