Presiden AS Donald Trump Ingin Akrab lagi dengan Kim Jong-un, Menyebutnya ‘Orang dengan Kekuatan Nuklir’

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Maret 2025
 Presiden AS Donald Trump Ingin Akrab lagi dengan Kim Jong-un, Menyebutnya ‘Orang dengan Kekuatan Nuklir’

Donald Trump (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN AS Donald Trump menyatakan keinginannya untuk membangun kembali hubungan yang ia miliki dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un selama masa jabatan pertama. Trump menyombongkan bagaimana ia telah berhubungan dengan baik dengan pemimpin yang tertutup itu dan masih memiliki hubungan yang ‘hebat’ dengannya.

Dalam sebuah konferensi pers, Kamis (13/3), Trump menyampaikan pernyataan tersebut, menggambarkan pemimpin Korea Utara sebagai ‘kekuatan nuklir’ dengan ‘banyak senjata nuklir’, sementara pemerintahannya sedang mengejar tujuan denuklirisasi total Korea Utara.

"Ya, saya ingin menjalin lagi hubungan itu,” kata Trump, saat menanggapi pertanyaan seorang wartawan tentang rencana untuk membangun kembali hubungan yang ia miliki pada masa jabatan pertamanya, dikutip The Korea Times.

"Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Kim Jong-un (dari) Korea Utara. Jika saya tidak terpilih, jika Hillary yang terpilih, Anda akan mengalami perang nuklir dengan Korea Utara," tambahnya, saat duduk di samping Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih.

Baca juga:

Greenland Gelar Pemilu, Donald Trump Tegaskan lagi Niat Menganeksasi dengan Berbagai Cara



Pernyataannya menambah harapan bahwa ia akan berusaha menghidupkan kembali diplomasi pribadi langsungnya dengan Jong-un. Diplomasi itu menghasilkan tiga pertemuan antarkeduanya. Pertemuan pertama terjadi di Singapura pada Juni 2018, yang kedua di Hanoi pada Februari 2019, dan yang lainnya di desa gencatan senjata antar-Korea, Panmunjom, pada Juni 2019.

Beberapa hari setelah pelantikannya pada Januari, Trump mengatakan ia akan menghubungi Jong-un lagi, menyebut pemimpin itu sebagai ‘orang cerdas’. Meskipun demikian, spekulasi terus berkembang bahwa keinginan Pyongyang untuk berhubungan dengan Washington mungkin berkurang karena negara itu kini mengandalkan Moskow untuk makanan, bahan bakar, dukungan militer, dan bantuan lainnya.

Trump mengklaim dia terus menjalin hubungan baik dengan Jong-un. "Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Kim Jong-un, dan kita lihat nanti apa yang terjadi. Tapi tentu saja, dia merupakan kekuatan nuklir,” katanya.

Ini bukan kali pertama Trump menggambarkan Korea Utara sebagai kekuatan nuklir, sebuah istilah yang umumnya dihindari oleh pejabat AS karena itu bisa dianggap sebagai pengakuan AS terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Pyongyang.

Segera setelah dilantik pada 20 Januari, Trump menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada Korea Utara, yang memicu spekulasi mengenai niatnya di balik penyebutan ‘kekuatan nuklir’ itu. Spekulasi mereda setelah Gedung Putih mengatakan pemerintahannya sedang mengejar denuklirisasi total Korea Utara.(dwi)

Baca juga:

Donald Trump Aktif Bujuk Putin Akhiri Perang Ukraina, Warga Rusia Berharap itu Tercapai

#Donald Trump #Kim Jong Un #Amerika Serikat #Korea Utara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Bagikan