Presiden AS Donald Trump Ancam Iran: ‘Sebuah Peradaban akan Musnah Malam Ini’

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
 Presiden AS Donald Trump Ancam Iran: ‘Sebuah Peradaban akan Musnah Malam Ini’

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TENGGAT kesepakatan damai yang ditawarkan Amerika Serikat kepada Iran mendekati akhir. Di masa kritis ini, Presiden AS Donald Trump menyiratkan Amerika Serikat akan menghancurkan peradaban Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz dan tunduk pada persyaratannya.

Sekitar 12 jam sebelum tenggat waktu Selasa (7/4) malam yang ia tetapkan bagi otoritas Iran, Trump membagikan unggahan di media sosial yang mengancam akan memusnahkan Iran secara permanen. Iran merupakan penerus peradaban Persia yang berusia ribuan tahun, salah satu peradaban paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

“Sebuah peradaban akan musnah malam ini, tidak akan pernah bisa kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin itu akan terjadi,” ujar Trump di platform Truth Social miliknya.

Selama lebih dari dua minggu, Presiden AS itu telah memperingatkan bahwa ia akan memerintahkan penghancuran infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Unggahan terbarunya pada Selasa (7/4) mencerminkan retorika yang semakin meningkat dan penuh kemarahan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

Para ahli hukum mengatakan bahwa menargetkan infrastruktur sipil merupakan kejahatan perang.

“Itu mengerikan. Itu kejahatan murni. Itu tidak dapat diterima. Itu kata-kata dari seorang pria gila yang tidak stabil,” kata Yasmine Taeb, direktur legislatif dan politik dari kelompok advokasi MPower Change Action Fund, dikutip Al-Jazeera.

Taeb juga menyerukan reaksi yang lebih kuat dari anggota parlemen AS dan komunitas internasional terhadap retorika dan kebijakan Trump.

Baca juga:

Trump Lakukan Pendekatan Sambil Beri Ancaman, Iran Tolak Gencatan Senjata



Presiden AS menetapkan Selasa (7/4) pukul 20.00 di Washington, DC (Rabu, 8 April pukul 07.00 WIB) sebagai tenggat bagi Iran.

Pada hari pertama perang, AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta beberapa pejabat tinggi lainnya. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menghantam sekolah, bangunan tempat tinggal, serta fasilitas medis.

Meski mengalami kerugian besar, sistem pemerintahan di Teheran tampaknya tetap bertahan, dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) , sayap militer Iran yang ditetapkan sebagai kelompok ‘teroris’ di AS, memimpin upaya perang.

Sejak perang dimulai, tidak ada pembelotan besar maupun protes antipemerintah di Iran. Khamenei telah digantikan putranya, Mojtaba. Iran membalas dengan serangan roket dan drone terhadap Israel serta aset-aset AS di seluruh Timur Tengah.

Pasukan Iran juga menargetkan infrastruktur sipil dan energi di kawasan Teluk serta memblokade Selat Hormuz bagi sebagian besar pelayaran, yang menyebabkan harga energi melonjak tajam. Meski demikian, Trump berkeras ia telah mencapai ‘perubahan rezim’ di Iran dan bahwa AS telah memenangi perang.

Pada Selasa, Trump juga masih membuka kemungkinan penyelesaian diplomatik meskipun mengeluarkan ancaman dramatis tersebut, dengan mengatakan bahwa mungkin sesuatu yang sangat luar biasa secara revolusioner bisa terjadi.

“Kita akan mengetahuinya malam ini, salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. Empat puluh tujuh tahun pemerasan, korupsi, dan kematian akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat besar Iran,” ujar Trump.

Sementara itu, para pejabat Iran tetap bersikap menantang, memperingatkan bahwa setiap eskalasi dari AS akan dibalas dengan tindakan militer serupa di kawasan maupun di luar wilayah tersebut.(dwi)

Baca juga:

Kepala intelijen IRGC Majid Khademi Tewas dalam Serangan, Tidak Lemahkan Militer Iran

#Donald Trump #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Bagikan