MerahPutih.com - Kehebatan lini pertahanan bakal saling jual-beli, ketika Spanyol dan Argentina bertemu di final Piala Dunia 2026. Pertemuan ini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah.
La Roja berambisi meraih gelar juara dunia kedua untuk melengkapi keberhasilan mereka menjuarai Euro 2026, atau tahun yang sama saat La Albiceleste sukses mempertahankan gelar Copa America, sembari menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962, yang memenangi Piala Dunia secara berturut-turut.
Namun, Spanyol lebih diunggulkan dalam pertandingan ini. Sejak babak gugur bergulir, juara Piala Dunia 2010 itu membuktikan alasan mengapa mereka menyandang status tersebut.
Baca juga:
Nazar 'Gila' Marc Cucurella jika Juara Piala Dunia 2026, Rela Tato Wajah Luis de la Fuente
Prediksi Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
Segala pembicaraan tertuju pada Lamine Yamal. Pemain muda ajaib Spanyol ini memukau para penggemar lewat kemampuan dribelnya yang dinamis, meski sejauh ini baru mencatatkan satu gol dan satu assist "tidak resmi" yang berujung pada penalti.
Lini pertahanan Spanyol yang tangguh di bawah asuhan Luis de la Fuente, justru berhasil mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.
Setelah sempat mencatatkan rekor 649 menit tanpa kebobolan di turnamen ini, sebelum akhirnya gawang mereka dijebol oleh pemain Belgia, Charles De Ketelaere, Spanyol menemukan formula ampuh untuk meredam lini serang Prancis yang menakutkan dalam kemenangan 2-0 di babak semifinal.
Eksekusi penalti yang memukau dari Mikel Oyarzabal, kemudian diikuti oleh gol kedua yang tercipta lewat kerja sama apik dari Pedro Porro, membuktikan bahwa anak asuh De la Fuente memang layak menyandang status favorit yang sebelumnya disematkan oleh Prancis.
Setelah bangkit dari awal yang mengecewakan saat melawan Tanjung Verde, sang juara Eropa melangkah ke East Rutherford dengan modal enam kemenangan beruntun. Lalu, mereka mencatatkan enam clean sheet di Piala Dunia 2026. Hal itu menjadi rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu edisi turnamen kategori putra.
Baca juga:
Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Dipastikan Cuma 17 Menit, ini Penjelasan FIFA
Namun, statistik di atas masih kalah impresif dibandingkan rekor luar biasa Spanyol ini. La Roja kini tak terkalahkan dalam 37 pertandingan berturut-turut sejak kalah dari Kolombia pada Maret 2024.
Jika anak asuh De la Fuente berhasil menang, maka mereka akan melampaui rekor Italia dan mencatatkan rekor baru untuk rentetan tak terkalahkan terpanjang dalam sejarah sepak bola putra tingkat senior.
Sementara itu, Argentina hanya perlu menengok kembali ke September 2025 untuk menemukan kekalahan internasional terakhir. Mereka kalah 1-0 dari Ekuador di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, kini La Albiceleste tengah mengincar status legendaris yang abadi.
Sebagai juara Copa America 2021 dan 2024, yang mengapit keberhasilan mereka menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, pasukan asuhan Lionel Scaloni berpeluang menjadi negara pertama dalam sejarah yang memenangi empat turnamen besar secara berturut-turut.
Hal itu sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu tim sepak bola terhebat sepanjang masa. Sejauh ini, sang juara bertahan belum mampu meniru formula pertahanan Spanyol yang tangguh.
Baca juga:
Lionel Messi Ungkap Momen saat Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Mereka membiarkan Anthony Gordon mencetak gol pembuka yang memicu kekacauan bagi Inggris dalam laga semifinal pada Kamis (16/7) lalu, sebelum Argentina memanfaatkan keruntuhan performa Inggris yang tak terduga.
Saat Inggris terus-menerus membiarkan gelombang tekanan dari tim Amerika Selatan itu menghantam pertahanan mereka, remontada (kebangkitan) Argentina tampak tak terelakkan.
Hal itu pun terbukti nyata, ketika Messi memberikan umpan matang kepada Enzo Fernandez dan pemain pengganti, Lautaro Martinez, yang sukses mengantarkan sang juara bertahan melaju ke final Piala Dunia untuk ketujuh kalinya.
Namun, sebelumnya Argentina belum pernah mencetak begitu banyak gol dalam satu edisi Piala Dunia. Pada 1930, mereka mencetak 18 gol dan finis sebagai runner-up. Kini, mereka berpeluang menyamai pencapaian Italia (1938) dan Brasil (1962), sebagai negara ketiga yang berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia.
Kendati demikian, La Albiceleste tercatat kalah dalam tiga dari empat pertemuan melawan Spanyol di abad ke-21, termasuk kekalahan memalukan 1-6 dalam laga persahabatan 2018.
Jika laga puncak nanti kembali menyajikan hujan tujuh gol, maka ada firasat bahwa selisih skor akhirnya akan jauh lebih tipis kali ini.
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Argentina 20 Juli 2026
Spanyol (4-2-3-1): Simon; Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella; Rodri, Ruiz; Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal
Argentina (4-4-2): E.Martinez; Montiel, Romero, L. Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina
Spanyol 2-1 Argentina
Argentina merupakan tim yang pantang menyerah, kemudian rekor mencetak gol mereka yang luar biasa sudah menjadi bukti nyata. Namun, skuad asuhan Scaloni belum pernah menghadapi tim yang memiliki disiplin pertahanan, kekompakan, dan kecerdikan taktis seperti Spanyol besutan De la Fuente.
Selama sang juara Eropa tidak mengikuti pola permainan ala Tuchel, maka mereka dapat memanfaatkan celah di lini pertahanan Albiceleste, yang kelemahannya sudah diketahui luas. (sof)

