MerahPutih.com - Juru parkir (jukir) liar masih menyebar di ibu kota, termasuk di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat Ramadan semakin banyak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pihaknya bakal menindak tegas dengan berkordinasi dengan aparat kepolisian.
"Jadi untuk penanganan parkir liar yang ada di Jakarta, memang yang pertama sikap tegas dari pemerintah Jakarta dan juga aparat penegak hukum itu diperlukan. Maka kami lakukan, sehingga dengan demikian, ada operasi dan sebagainya," tegas Pramono di Jakarta, Sabtu (21/3).
Pramono mengingatkan para petugas untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) terkait kegiatan parkir yang dilakukan oleh jukir liar.
Baca juga:
Pramono-Rano Diharap Tuntaskan Janji Lama dan Tantangan Pesisir Saat Setahun Menjabat
Ia berjanji bakal memberikan tindakan tegas kepada petugas yang melakukan pungli. Pasalnya, ada laporan bahwa aktivitas parkir liar itu dibiarkan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.
"Iya, pokoknya siapa pun yang melakukan itu (pungli), kami tindak tegas," cetusnya.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter sebelumnya mengungkap, dugaan keterlibatan petugas Dishub DKI dalam praktik parkir liar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Dugaan tersebut mencuat setelah aparat kepolisian mengamankan sejumlah jukir liar yang memungut uang parkir secara ilegal. Bahkan, Jukir tersebut mengenakan atribut menyerupai petugas resmi.
Jupiter menyebut, terdapat dugaan oknum tersebut menyediakan seragam dan atribut kepada para jukir liar. Kejadian itu menunjukkan pengawasan terhadap pengelolaan parkir di Jakarta masih lemah.
"Harus segera dibenahi secara serius," ujar Jupiter, Rabu (18/2). (Asp).