Pramono Baru Gabung Retret, Kader PKS: Abaikan Instruksi Presiden Prabowo
Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung saat mengikuti upacara pelantikan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Rano ikut kegiatan retret yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Pramono baru bergabung setelah empat hari kepala daerah lain ikut retret yang dimulai pada 21 Februari 2025.
Penundaan Pram ikut retret ini dikritik Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik Zulkifli atau MTZ. Menurut dia, seharusnya Pramono sebagai gubernur taat pada presiden.
MTZ menegaskan, kader PDIP itu bisa duduk di kursi DKI 1 karena dipilih rakyat lewat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Karena itu, seharusnya Pramono menaati presiden dan rakyat, bukan menaati arahan dari Ketua PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
"Seseorang itu menduduki jabatan gubernur karena dipilih rakyat dan diangkat oleh Presiden.Jadi seyogyanya mentaati perintah rakyat dan Presiden, bukan perintah ketua partai," kata MTZ saat dikonfirmasi awak media, Senin (24/2).
Baca juga:
Pramono Anung Akhirnya Berangkat ke Magelang Ikut Retret Kepala Daerah, Abaikan Keputusan Megawati?
Ia pun meyakini tindakan menunda ikut retreat itu terkesan seperti mengabaikan instruksi Prabowo. Dampaknya, bisa jadi kepercayaan publik ke pemerintahan Pramono-Rano Karno jadi menurun.
Apalagi, elektabilitas Pramono-Rano dalam Pilkada DKI 2024 hanya 50,07 persen dari jumlah pemilih. Perlu upaya keras agar semakin banyak warga Jakarta yang percaya pada Pramono-Rano.
"Ya (kepercayaan publik bisa menurun). Saya kira begitu. Pemilih beliau cuma 50 persen lebih sedikit. Pram-Doel harus kerja keras untuk menaikkan lagi elektabilitas atau popularitasnya di Jakarta," tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pasar Tumpah Bikin Kios Resmi Sepi, Pengamat Minta Gubernur Pramono Bereskan
Pemprov DKI Bakal Bongkar Tiang Monorel Mangkrak di Senayan, Sebagian Dijadikan Videotron
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Tiang Mangkrak Rasuna Said, Pramono Anung Pastikan Pembongkaran Berjalan Humanis
Soal Monorel Rasuna Said, Pramono: Ada Surat Kajati, Aman Secara Hukum
Penataan Rasuna Said Rp 102 Miliar, Pramono: Bongkar Monorel Tak Sampai Rp 1 M
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pramono Anung Minta Maaf Usai Penyandang Disabilitas Terperosok Got di Halte CSW, Manajemen Transjakarta Kena Semprot
Bukan Rp 100 Miliar, Gubernur Pramono Tegaskan Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said hanya Rp 254 Juta
Legenda Barcelona dan Real Madrid Bakal Jadi Saksi Sejarah 5 Abad Jakarta, Pemprov DKI Siapkan Dukungan Penuh