Merahputih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, rencana kubu Prabowo-Sandi membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan pemilu sangat tak penting. Pasalnya, rencana ini hanya membuang-buang waktu saja.
Menurut Ray, sudah ada Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan yang memang ditugaskan untuk mengusut tuntas beberapa permasalahan di Pemilu.
"Jadi untuk apa ada sentra Gakumdu. Saya melihat tim pencari fakta ini tak punya taji," kata Ray saat acara diskusi di kawasan Jakarta, Senin (29/4).
Ray melanjutkan, jika memang ada kecurangan, nantinya bakal diserahkan sebagai rekomendasi ke lembaga penegak hukum seperti Bawaslu dan Kepolisian. "Kan ujung-ujungnya yang tangani penegak hukum juga. Lalu apa gunanya TPF ini," jelas Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.
Ray berpendapat, TPF ini juga patut disesalkan karena selama ini kubu Prabowo-Sandi ingin mengajak pemantau asing untuk melakukan kontrol.
"Ini bertentangan dengan pola kampanye mereka dimana selama ini seruan mereka adalah anti asing. Kok sekarang mau ajak asing. Sementara pemantau luar negeri mengapresiasi pemilu dalam negeri," sesal Ray.
Ray juga mengkritisi soal adanya tuduhan kecurangan yang kerap didengungkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN).
"Ini bagian dari upaya medeligitimasi Pemilu. Selama ini disebut curang tapi tak ada bukti kecurangan yang disebut. Jadi hanya membuat gaduh saja," terang Ray. (Knu)