Prabowo Gaungkan Kecurangan Tapi Relawannya Tidak Ada yang Berani Buka Data

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 15 Mei 2019
Prabowo Gaungkan Kecurangan Tapi Relawannya Tidak Ada yang Berani Buka Data

Direktur LIMa Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (MP/Gomes R)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai pernyataan pasangan Prabowo-Sandi yang menolak hasil perhitungan suara pilpres sangat disayangkan. Ray menganggap, hal itu menunjukan sikap mendua.

"Di satu segi, mereka menyatakan menolak hasil saat yang sama terus mengikuti proses perhitungan suara di KPU. Saksi mereka tetap dibiarkan ikut prosesnya tapi hasilnya sudah dinyatakan akan ditolak. Jadi, aneh hasil perhitungan ditolak tapi saksi tetap dibiarkan ikut tahapan," kata Ray kepada Merahputih.com di Jakarta, Rabu (15/5).

Ray Rangkuti (tengah), Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia. (Foto: Facebook/Ray Rangkuti)
Ray Rangkuti (tengah), Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia. (Foto: Facebook/Ray Rangkuti)

Direktur Lingkar Madani Indonesia ini menambahkan, sejauh ini, belum terdengar protes yang keras dari saksi pasangan Prabowo-Sandiaga atas proses perhitungan suara bahkan di hampir setiap tahapan.

"Entah di TPS, PPK dan kini di KPU Nasional, sama sekali tidak terdengar protes massif dari saksi-saksi pasangan Prabowo-Sandiaga, apalagi melaporkan temuan itu kepada Bawaslu," jelas Ray.

Seturut itu, pihak Bawaslu juga belum pernah memerintahkan misalnya melakukan perhitungan suara ulang dalam jumlah yang massif.

"Artinya baik temuan dari saksi pasangan Prabowo-Sandiaga atau temuan dari Bawaslu, klaim kecurangan atau pelanggaran TSM itu belum terbukti;" ungkap Ray.

Tentu saja jika yang disebut pelanggaran berhubungan dengan perhitungan suara. Tapi jika ditarik ke seluruh tahapan pelaksanaan pilpres, maka jumlah pelanggaran itu terkadang kurang relevan. Sebab, pelanggara pada tahapan tertentu, sejatinya diselesaikan pada tahapan itu. Akumulasi pelanggaran yang bersifat TSM hanya dapat ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi.

Ray menilai, uniknya ketidakpercayaan pada hasil pemilu hanya yang berhubungan dengan pilpres. Pada hasil pileg, tidak terdengar sama sekali protes dan dugaan adanya kecurangan apalagi bersifat TSM. Tentu saja ini agak mengherankan. Padahal, penyelenggara pemilunya sama, dilakukan pada hari yang sama, dan dengan metode yang juga hampir sama.

"Lalu, bagaimana penyelenggaran yang sama, di hari yang sama, dengan metode yang hampir sama tapi menghasilkan hasil yang berbeda. Satunya penuh kecurangan, yang lainnya demokratis," terang Ray.

Simposium Prabowo-Sandiaga. Foto: MP/Ponco

Semua fakta-fakta ini menunjukan bahwa pernyataan tidak mengakui hasil pilpres sesuatu yang terburu-buru dan tanpa kejelasan sikap.

"Dan karenanya, ia sama sekali tidak berpengaruh pada hasil selain hanya menambah bunyi riuh tapi tanpa penyelesaian. Ramai digaungkan adanya kecurangan, tapi saksi mereka bahkan tidak melakukan protes," pungkas Ray. (Knu)

#Ray Rangkuti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Ray mencontohkan kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Oktober 2025
Pengamat Beri Nilai 6 untuk Setahun Kinerja Prabowo-Gibran, Sebut Tata Kelola Pemerintahan Semrawut
Indonesia
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Wacana perubahan dalam UU ASN tersebut mengusulkan agar kewenangan itu nantinya dapat dikembalikan kepada pemerintah pusat
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Mei 2025
Pengamat Nilai RUU ASN Hambat Otonomi, Berpotensi Munculkan Konflik Pemerintah Pusat dan Daerah
Indonesia
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Usulan penghapusan Pilkada DKI Jakarta, yang termaktub dalam RUU DKJ menuai polemik.
Frengky Aruan - Senin, 11 Maret 2024
Ray Rangkuti Sebut Wacana Gubernur Ditunjuk Presiden sebagai Ambisi Menempatkan Orang Dekat
Bagikan