Prabowo Dinilai tak Objektif, SETARA Institute Pertanyakan Prestasi Bahlil dan Seskab Teddy Bisa Dapat Bintang Mahaputera

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 28 Agustus 2025
Prabowo Dinilai tak Objektif, SETARA Institute Pertanyakan Prestasi Bahlil dan Seskab Teddy Bisa Dapat Bintang Mahaputera

Prabowo Memberikan Bintang Mahaputra untuk Mensesneg Prasetyo Hadi.(foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PENGANUGERAHAN Bintang Mahaputera oleh Presiden Prabowo Subianto kepada 141 orang penerima menuai polemik. Ketua SETARA Institute Hendardi menilai penganugerahan Bintang Mahaputera pada 2025 bertentangan dengan asas-asas dalam UU No 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Pasal 2 UU itu menegaskan sejumlah asas yang secara ketat mengatur tentang pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan, antara lain asas kemanusiaan, asas keteladanan, asas kehati-hatian, asas objektivitas, dan keterbukaan.

Hendardi menilai Prabowo secara subjektif juga memberikan bintang kehormatan kepada para pembantunya di Kabinet Merah putih, dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hingga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Publik secara massif mempertanyakan melalui media sosial dan media alternatif lainnya, apa jasa para menteri yang baru menjabat dengan penunjukan politik Presiden itu,” ucap Hendardi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/8).

Baca juga:

Apa Itu Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera yang Diberikan Prabowo untuk Bahlil dkk hingga Syarat Mendapatkannya


Terlebih lagi, integritas para menteri yang mendapatkan anugerah Bintang Mahaputera tersebut juga tidak terbukti dan teruji. “Bahkan beberapa nama menteri penerima Bintang Mahaputera itu disebut-sebut dalam kasus korupsi,” ungkap Hendardi.

Sosok yang menjadi sorotan ialah pemberian penghargaan untuk mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah yang pernah terjerat kasus korupsi beberapa waktu silam. Beberapa figur bahkan secara objektif terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia masa lalu, utamanya Tragedi HAM 1998 dan Pelanggaran HAM seputar Referendum Timor Leste, malah bisa mendapat penghargaan.

“Harusnya mereka tak layak mendapatkan bintang penghargaan,” jelas Hendardi.

Hendardi khawatir proses penganugerahan Bintang Mahaputera yang terkesan tak tepat tersebut, selain menurunkan kredibilitas dan nilai dari penghargaan negara itu, juga akan menjadi preseden bagi pemerintahan jangka panjang.

“Mengabaikan hukum dan peraturan perundang-undangan merupakan bentuk pelanggaran serius atas Sumpah Presiden sendiri yang diucapkan dalam pelantikan,” ungkap Hendardi.(knu)

Baca juga:

Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Daerah, Haji Isam Terima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo




#Bintang Mahaputera Utama #Prabowo #Bahlil Lahadalia #Teddy Indra Wijaya
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Persoalan mengenai biaya kuliah dan beasiswa itu menjadi topik yang turut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo dengan 1.200 guru besar
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Baru 1,1 Juta Mahasiswa Dapat Beasiswa, Presiden Prabowo Ingin Diperbanyak
Indonesia
Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, Ini Peruntukannya
Brian juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo mengarahkan agar riset perguruan tinggi selaras dengan agenda pembangunan industri nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, Ini Peruntukannya
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pandangan negatif terhadap Indonesia dan pemerintahannya. Ia menegaskan pentingnya kebanggaan nasional tanpa rasa inferior.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Presiden Prabowo Wanti-Wanti Narasi Pesimisme terhadap Pemerintah
Indonesia
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
jabatan di BUMN merupakan bentuk pengabdian, sehingga pihak yang tidak sanggup menjalankan tanggung jawab sesuai ketentuan diminta untuk mengundurkan diri.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
Indonesia
Prabowo: Proyek Hilirisasi Sebesar USD 6 Miliar Segera Dibangun di Indonesia
Pemerintah optimistis mampu mencapai tujuan hilirisasi nasional dengan manajemen yang profesional dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Prabowo: Proyek Hilirisasi Sebesar USD 6 Miliar Segera Dibangun di Indonesia
Lainnya
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Sekolah Rakyat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Januari 2026
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Sekolah Rakyat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Indonesia
Prabowo Sentil Praktik Mark Up Proyek, Pencurian di Siang Bolong
Presiden menyampaikan keprihatinan terhadap praktik mark up dan penipuan yang masih terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Prabowo Sentil Praktik Mark Up Proyek, Pencurian di Siang Bolong
Indonesia
Akhirnya! Untuk Pertama Kali Prabowo Kunjungi IKN Sebagai Presiden
Kunjungan ke Istana IKN merupakan agenda perdana Prabowo Subianto setelah dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Akhirnya! Untuk Pertama Kali Prabowo Kunjungi IKN Sebagai Presiden
Indonesia
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Diketahui, pada 1994, Presiden ke-2 RI Soeharto meresmikan kilang Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Resmikan Proyek Refinery, Prabowo: Infrastruktur Energi Skala Besar Dilakukan 32 Tahun Lalu
Bagikan