Potensi Ancaman Bahaya Gunung Tandikat Sumatera Barat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 April 2024
Potensi Ancaman Bahaya Gunung Tandikat Sumatera Barat

Potret Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi yaitu aktivitas Gunung Tandikat yang berada di Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih berada pada level I (normal).

Masyarakat di sekitar Gunung Tandikat, pengunjung/wisatawan agar membatasi aktivitas (tidak berlama-lama) dan tidak bermalam di area kawah aktif, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.

Baca juga:

Kepala PVMBG: Gunung Semeru Sedang Tidak Baik-baik Saja

Selanjutnya masyarakat di sekitar Gunung Tandikat dan seluruh pihak agar tetap menjaga kondisi yang kondusif, tidak menyebarkan narasi bohong serta tidak terpancing isu-isu yang sumbernya tidak jelas. Masyarakat juga diimbau selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.

Bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam, PVMBG mendorong selalu berkoordinasi termasuk dengan Pos Pengamatan Gunung Tandikat yang berada di Jorong (dusun) Sikadundung, Nagari (desa) Singgalang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar untuk mendapatkan informasi tentang aktivitas gunung api itu.

PVMBG juga mengimbau masyarakat maupun pemerintah daerah tetap memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi yang dikeluarkan melalui aplikasi/website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id, atau https://magma.esdm.go.id) dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram).

PVMBG mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait mengenai potensi ancaman dari aktivitas Gunung Tandikat di Sumatera Barat berupa gas konsentrasi tinggi di sekitar kawah yang dapat meningkat secara tiba-tiba.

"Potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Tandikat saat ini adalah gas-gas konsentrasi tinggi di sekitar kawah," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/4).

Berdasarkan hasil evaluasi PVMBG periode 1 hingga 31 Maret 2024, secara visual pengamatan terhadap kawah tidak teramati adanya aktivitas vulkanik dari kawah utama baik berupa hembusan gas maupun gejala lainnya.

PVMBG mencatat aktivitas kegempaan didominasi gempa tektonik (tektonik lokal dan tektonik jauh). Untuk gempa vulkanik dalam masih terjadi namun dengan jumlah yang tidak signifikan. Hal itu mengindikasikan adanya mekanisme retakan batuan tetapi tidak disertai pergerakan fluida (batuan, gas, cairan) ke permukaan yang lebih dangkal.

"Jenis dan jumlah gempa yang terekam selama 1 hingga 31 Maret 2024 yaitu tiga kali gempa vulkanik dalam, 24 kali gempa tektonik lokal, dan 69 kali gempa tektonik jauh," tulis Gunawan. (*)

Baca juga:

PVMBG: Penyeberangan di Selat Sunda Aman dari Letusan Gunung Anak Krakatau

#Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Bagikan