Poros Muda Golkar: Krisis Ekonomi Bisa Picu Kerusuhan Rasial
Ilustrasi Unjuk Rasa (Foto: Screenshot popularresistance)
Merahputih Nasional - Apabila situasi ekonomi Indonesia yang terancam krisis ekonomi ketika pelemahan nilai rupiah hingga mencapai Rp14.000-an per dolar AS tak bisa dibendung, gejolak seperti tahun 1998 lampau bisa terulang.
Juru Bicara Poros Muda Partai Golkar Andi Sinulingga menilai, di tengah situasi ekonomi Indonesia yang kian memburuk, dan terbuka lebar garis kemiskinan antara pribumi dan warga keturunan, bisa saja memancing kerusuhan besar.
"Situasi ekonomi kita gawat, gak bisa dibilang tidak. Apakah akan terjadi kerusuhan seperti '98, tergantung pada pemicunya, ada pemicu atau tidak," kata Andi Sinulingga kepada merahputih.com, Kamis (27/8).
Andi Sinulingga mengatakan, ketika situasi perekonomian sedang tidak menentu dan munculnya jurang kaya-miskin begitu lebar, keadaan ini bisa menjurus kepada kerusuhan rasial. Keadaan akan semakin panas ketika ada sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang memang mengampanyekan hal itu. Hal itu juga ditambah ketika sentimen anti-Ahok meningkat. Ahok dinilai arogan terhadap rakyat kecil, tapi tumpul kepada kalangan elit.
"Jaya Suprana sudah sejak lama menciumnya dan menuliskan surat terbuka kepada Ahok," kata Andi Sinulingga.
Dalam surat terbuka buat Ahok, Jaya Suprana menghimbau Ahok untuk menjaga etika dalam berucap. Andi menyatakan, "jangan nila setitik merusak susu sebelanga."
Seperti diketahui, sentimen rasial belakangan mencuat di dunia maya. Selain akibat keadaan ekonomi yang rentan terhadap ancaman krisis, penggusuran warga bantaran Kali Ciliwung oleh Pemerintah DKI Jakarta menjadi alasan menebarkan ketidaksukaan terhadap etnis tertentu.
"Jangan karena arogansi Ahok, Semua warga keturunan terkena dampak penderitaan," kata Andi. (Fdi)
Baca Juga:
Jawab Krisis, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi
Krisis 1998 Berpeluang Terulang
Ini Bedanya Krisis 1998 dengan Sekarang Menurut Ekonom UGM
SBY Sarankan Jokowi Jangan Underestimate dan Bentuk Manajemen Krisis
Bagikan
Berita Terkait
Menteri Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen di 2026, Ini Yang Bakal Dilakukan
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Ekonomi Masih Tertekan, Menteri Purbaya Tidak Akan Cabut Aturan Insentif Pajak
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas
Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen
Kerja Sama Kemaritiman Indonesia–Inggris Buka 600 Ribu Lapangan Kerja, DPR: Siapkan Pekerja yang Terampil
Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026: Indonesia Tegas Pilih Perdamaian daripada Kekacauan
Di Davos, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia sebagai Titik Terang Ekonomi Global
Di World Economic Forum, Prabowo Pede Dengan Kondisi Ekonomi Indonesia