Ponpes Al Khoziny Roboh, Puan Minta Jangan Abai Soal Kualitas Bangunan Sarana Pendidikan Anak
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) (ANTARA/Melalusa Susthira K)
Merahputih.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas robohnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Tragedi ini mengakibatkan tiga santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Puan meminta agar proses evakuasi santri di reruntuhan diprioritaskan sambil tetap mengedepankan keselamatan tim. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan santri dapat menimba ilmu dan beribadah di tempat yang aman dan layak.
“Pemerintah harus memastikan para santri dapat menimba ilmu dan beribadah di tempat yang aman serta layak. Perlindungan terhadap santri harus menjadi prioritas utama,” kata Puan, Selasa (30/9).
Baca juga:
77 Santri Luka-Luka, 38 Orang Masih Dicari di Reruntuhan Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny
Musala yang menjadi bagian dari kompleks asrama putra Ponpes Al Khoziny ambruk saat digunakan untuk salat berjemaah pada Senin malam. Bangunan yang diketahui masih dalam tahap pembangunan ini runtuh ketika dipenuhi santri, menyebabkan banyaknya korban.
Hingga Selasa pagi, tercatat 98 santri terdampak, dengan 91 orang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Sementara itu, 10 santri sudah diizinkan kembali ke keluarga.
Tim SAR melaporkan total 102 korban berhasil dievakuasi, termasuk 11 orang yang ditemukan pada hari kedua pencarian. Meski demikian, diperkirakan masih ada sekitar 38 santri yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang kondisinya rapuh.
Puan menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim SAR dan relawan yang telah berupaya maksimal.
“Yang paling penting, setiap upaya penyelamatan harus mengutamakan keamanan para santri yang masih tertimbun reruntuhan," jelas dia.
Ketua DPR RI ini menilai musibah ini harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas konstruksi fasilitas pendidikan dan keagamaan. Ia mengingatkan bahwa negara tidak boleh lalai dalam menjamin konstruksi sarana publik, terutama yang diperuntukkan bagi anak-anak.
Baca juga:
“Pondok pesantren menampung jutaan santri di seluruh Indonesia. Fasilitas mereka harus aman dan terlindungi dari risiko bencana,” tegasnya.
Selain itu, Puan mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera memberikan pendampingan komprehensif, termasuk bantuan psikologis bagi santri dan keluarga korban. Ia juga meminta adanya audit teknis terhadap bangunan pondok.
Puan mengingatkan agar tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, namun juga pada langkah jangka panjang, seperti penguatan regulasi dan pengawasan pembangunan sarana pendidikan berbasis pesantren.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Maharani usul Pajak Dinaikan agar Uangnya Bisa Bantu Korban Bencana, Menkeu Purbaya Langsung Menolak
Kasus Santri Tewas di Wonogiri, Polisi Tetapkan 4 Anak Pondok Pesantren sebagai Pelaku
Polres Wonogiri Bongkar Makam Santri, Diduga Korban Bullying Senior di Ponpes
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kesal Rapat DPR Bahas Bencana Alam Sudah Habiskan Anggaran Rp 20 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua DPR Puan Minta Rakyat Patungan Beli Hutan untuk Cegah Bencana Alam Terjadi akibat Kerusakan Alam
Pesantren Al Khoziny Dibangun Ulang, DPR Minta Penataan Pesantren Terus Dilanjutkan
Cak Imin Resmikan Groundbreaking Rekonstruksi Ponpes Al Khoziny, Tekankan Momentum Berbenah
Asal Api Kebakaran Ponpes Al Mawaddah Ciganjur dari Kompor, 23 Santri Dirawat di 2 RS
Bantu Padamkan Api, Puluhan Santri Al Mawaddah Ciganjur Sesak Napas Dilarikan ke RS
Puan-Dasco Kompak Enggan Bahas soal Usulan Koalisi Permanen