Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Pongki Barata Lepas Single 'Irama Asmara' untuk Berdansa

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 08 November 2022
Pongki Barata Lepas Single 'Irama Asmara' untuk Berdansa

Pongki Barata lepas single ketiga 'Irama Asmara'. (Foto/Instagram@pongki_barata)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELEPAS single Pertemuan Kedua yang rilis pada Oktober, penyanyi Pongki Barata kembali dengan karya teranyarnya berjudul Irama Asmara di awal November. Nuansa disko 80-an begitu kental dihadirkan Pongki pada karya terbarunya ini.

Irama Asmara, lagu baru saya sudah beredar di semua platform digital,” ujar Pongki dalam salah satu unggahan di Instagramnya, Senin (7/11).

Beberapa bulan ke belakang terlihat pria yang pernah tergabung dalam band Jiskustik ini sangat produkktif. Tidak hanya menghadirkan dalam bentuk suara, Pongki juga dengan sigap membuatkan video musik dari single terbarunya ini.

Baca juga:

IEMF 2022 Hadirkan Penampil dari Dalam dan Luar Negeri

Dalam video berdurasi 3.21 menit tersebut, terlihat pongki bernyanyi ria di belakang green screen dengan tambahan beberapa efek visual. Mengiringi dua sejoli yang melalui proses PDKT, makan bareng hingga berakhir dengan berdansa bersama.

Masih dengan nuansa disko 80an, Pongki kembali bernostalgia dengan musik yang disukai dengan sedikit beat nan catchy. Genre city pop begitu melekat pada karya-karya musik terbarunya.

Sebelumnya, Pongki juga melepas single Pertemuan Kedua di bawah naungan Multimas Production. Dilansir dari Kompas.com, dirinya memilih genre city pop dikarenakan masih ‘terjebak’ dengan warna musik era 80an tersebut.

Baca juga:

Aaron Carter Ditemukan Meninggal di Bahtub Rumahnya

“Saya dibesarkan di musik era 80an, sangat nancep untuk era musik itu, dan enggak mau move on. Ya, meskipun musik saya berkembang selalu,” jelas Pongki.

Lagu Pertemuan Kedua ini memiliki daya tarik yang pas untuk anak muda zaman sekarang. Sebab, lagu tersebut mengisahkan tentang percintaan yang berkesinambungan dengan realita generasi milenial.

“Lagu Pertemuan Kedua itu saya bayangkan dance pop era dulu, anak sekarang mungkin bilangnya city pop genrenya itu. Temanya adalah ketemu lagu bersama orang yang dulu kita sayang,” cerita Pongki.

Memiliki nama lengkap Stefanus Pongki Tri Barata, ia memulai karier bermusik ketika bergabung dengan band Jikustik pada 1996 hingga 2008. Selama kurang lebih 10 tahun bersama, sejumlah lagu ciptaan miliknya berhasil memikat masyarakat Indonesia. Antara lain Maaf, 1000 Tahun Lamanya, Setia, hingga Akhiri Ini Dengan Indah. (far)

Baca juga:

APMI Upayakan Tiga Festival Skala Besar di Indonesia Tetap Terlaksana

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan