Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Waspada Penipuan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Tanpa Jalur Khusus, Waspada Penipuan

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir. (Foto: Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 hanya dilakukan melalui satu jalur, yakni jalur reguler.

Polri memastikan tidak ada kuota khusus dalam bentuk apa pun dalam proses seleksi tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa rekrutmen terpadu Polri 2026 tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

Hal itu sejalan dengan arahan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

Johnny menjelaskan, prinsip bersih berarti seluruh proses dilakukan secara objektif, jujur, adil, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sementara itu, transparansi diwujudkan melalui keterbukaan proses seleksi yang melibatkan pengawasan internal maupun eksternal.

“Akuntabel (berarti) proses dan hasil penerimaan anggota Polri dapat dipertanggungjawabkan," ujar Johnny di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/4).

Ia menambahkan, setiap tahapan seleksi juga dilaksanakan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta mengedepankan sikap ramah kepada peserta.

Baca juga:

Akpol Resmi Luncurkan Siniar, Jadi Media Edukasi dan Keterbukaan

Secara tegas, Johnny memastikan bahwa penerimaan Taruna-Taruni Akpol tidak menyediakan jalur khusus di luar mekanisme resmi.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu, terlebih dengan imbalan uang.

"Jika ada pihak-pihak yang mengiming-imingi atau memberi janji bahwa peserta bisa diterima melalui kuota khusus, jangan ditanggapi, abaikan saja," ucapnya.

Polri juga membuka berbagai saluran pengaduan bagi masyarakat yang menemukan praktik kecurangan dalam proses rekrutmen.

Laporan dapat disampaikan melalui Divisi Propam, hotline rekrutmen, maupun laporan resmi ke Bareskrim Polri.

Jika masyarakat sudah terlanjur menjadi korban atau menanggapi dugaan penipuan, diminta segera melapor.

“Kemudian bisa diadukan melalui hotline proses rekrutmen pada nomor 08211685877," ucapnya.

Baca juga:

2 Oknum Polisi Polda Jateng Dipecat, Janjikan Korban Diterima Akpol hingga Rugikan Rp 2,65 Miliar

Sebagai informasi, rekrutmen Akpol 2026 saat ini masih berlangsung dan telah memasuki tahap seleksi lanjutan setelah pendaftaran online ditutup.

Rekrutmen ini diproyeksikan akan melahirkan calon pimpinan Polri dalam 25 hingga 30 tahun ke depan, sehingga proses seleksi dilakukan secara ketat dan terukur. (Knu)

“Oleh karena itu, proses rekrutmen yang sekarang melalui satu jalur yaitu jalur reguler," ucapnya. (Knu)

#Akpol #Akademi Polisi #Polisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Profil AKBP Netty Rosdiana Siagian, Polwan Bergelar Doktor yang Mundur demi Hati Nurani
Netty secara mengejutkan memilih menyudahi masa dinas aktifnya demi mempertahankan prinsip serta hati nurani.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Profil AKBP Netty Rosdiana Siagian, Polwan Bergelar Doktor yang Mundur demi Hati Nurani
Indonesia
14 Hari Operasi Patuh Jaya, Polisi Utamakan Edukasi dan Imbauan
Pendekatan edukasi lebih diutamakan dalam operasi tahun ini agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
14 Hari Operasi Patuh Jaya, Polisi Utamakan Edukasi dan  Imbauan
Indonesia
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Polda Metro Jaya menerima 197 aduan masyarakat pada 11–25 Oktober 2026. Sebanyak 36 laporan selesai. Simak nomor WhatsApp Aduan Kapolda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada Keluhan soal Polisi atau Penegakan Hukum? Ini Kanal Aduan Kapolda Metro Jaya
Indonesia
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Aditia berpulang setelah menjalani perawatan intensif panjang setelah insiden pengeroyokan brutal yang dialaminya pada Rabu, 8 Mei 2019 malam.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
7 Tahun Koma Dikeroyok Bubarkan Bentrok Antarpesilat, Eks Kasatreskrim Polres Wonogiri Meninggal
Indonesia
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Polres Bogor usut kematian Bobotoh ARK (16) di KM 50 Cimandala usai laga Garudayaksa vs Persib. Kapolres periksa saksi. Simak selengkapnya!
Wisnu Cipto - Senin, 26 Oktober 2026
Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Garudakyaksa vs Persib, Polres Bogor Cari Info TKP
Indonesia
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Saat ini, korban telah ditempatkan di rumah aman dengan pendampingan tim perlindungan anak UPTD PPA Provinsi Jawa Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Seorang Dokter di Bandung Cabuli Anak Kandung
Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Indonesia
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Kendaraan polisi tersebut tengah melaju sebelum tiba-tiba diserang sekelompok orang di lokasi kejadian. Para pelaku diduga melempari kendaraan dengan batu, kembang api, petasan, hingga bom molotov.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Truk Dalmas Dibakar, Polrestabes Bandung Buru Pelaku
Indonesia
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Setiap anggota Polri yang dibekali senjata harus memiliki sikap dan mental yang lebih stabil. Dengan mental dan pengendalian emosi yang baik,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Indonesia
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Kepolisian telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan Polisi Khusus Kehutanan bagi 586 personel
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Jaga Hutan Sesuai Perintah Presiden, Kabaharkam Siapkan Polisi Khusus Kehutanan
Bagikan