Politisi Gerindra Tolak Rorotan Jadi Makam Khusus COVID-19
TPU Pondok Ranggon. (Foto: Antara).
MerahPutih.com - Pemprov yang akan menambah lahan kuburan untuk jenazah COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara. Namun, langkah ini ditolak Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta,yang juga politisi Partai Gerindra M Taufik.
Ia memilih pemerintah DKI untuk melakukan perluasan terhadap kuburan COVID-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Kedua tempat pemakaman tersebut memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung jenazah kasus corona.
"Soal TPU kan ini Tegal Alur sama Pondok Rangon. Kalau Pondok Rangon memungkinkan untuk perluasan, dilakukan perluasan," ujar Taufik di Jakarta, Rabu (30/9).
Baca Juga:
Jumlah Pasien Corona di RS Darurat Wisma Atlet Merosot 327 Orang
Sebelum memilih TPU Rorotan, Gubernur Anies Baswedan melalui Dinas Bina Marga DKI harus dapat memastikan kondisi dan luas tanah di TPU tersebut. Jangan sampai TPU yang dipilih justru bermasalah.
"Di Rorotan bentuk tanahnya kayak apa, jangan-jangan di setengah meter, berair. Ini yang repot," papar dia.
Menurut Taufik meski ini untuk pemakaman jenazah COVID-19, Pemprov DKI harusnya tetap memperlakukannya dengan tata cara penguburan yang harus baik dan memastikan lahan tanahnya pun baik.
Kalaupun Gubernur Anies memilih melakukan perluasan di TPU Rorotan, mestinya tempat tersebut perlu dilakukan pengerukan tanah terlebih dahulu.
"Kalaupun orang yang meninggal akibat COVID-19, tapi kan tata cara penguburan tetep harus baik," jelas dia.
Penasehat Fraksi Gerindra DPRD DKI ini, lebih setuju jika tempat pemakaman yang sudah ada dimaksimalkan dengan baik oleh Pemda DKI dengan memperluas lahan kuburan.
"Tapi menurut saya kan lebih banyak di Pondok Ranggon. Someday keluarga mau ziarah, bisa," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho membenarkan pihaknya tengah melaksankan pematangan lahan makam di TPU Rorotan, Jakarta Utara untuk jenazah COVID-19.
Luas lahan yang dimatangkan Dinas Bina Marga DKI seluas 20.000 meter persegi atau dua hektare. Pengerjaan lahan makam ini sudah dimulai sejak 17 September lalu dan ditargetkan rampung pada Desember 2020 mendatang.
Dengan luas lahan dua hektare ini diperkirakan bisa 6.000 petak makam. Rencana pematangan lahan di TPU Rorotan sampai dengan Desember 2020. (Asp)
Baca Juga:
Pilkada Saat Pandemi Dinilai Lebih Menyeramkan Ketimbang Isu Musiman Kebangkitan PKI
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
DPR Dorong Vaksinasi Influenza Siswa Cegah Superflu, Sekolah Diharap Terapkan Protokol Kesehatan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Jam Kerja Dipangkas Imbas Kelangkaan BBM, Pegawai SPBU Shell Ngeluh di Depan Anies Baswedan
Ultah ke-62 Iriana, Anies Kirim Kado Anggrek ke Rumah Jokowi
Prabowo: Terus Terang Aja Loh, Saya Tuh Nggak Dendam Sama Anies
[HOAKS atau FAKTA]: Negara dalam Keadaan Darurat, Anies Siap Gantikan Prabowo Jadi Presiden RI