Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Polisi Sudah Kawal Pemakaman 34 Jenazah Terpapar COVID-19 di Jakarta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2020
Polisi Sudah Kawal Pemakaman 34 Jenazah Terpapar COVID-19 di Jakarta

Pasien terpapar corona meninggal. (ANTARA/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Tim khusus Polda Metro Jaya hingga hari ini telah mengawal pemakaman 34 jenazah terpapar virus corona atau COVID-19 di wilayah Jakarta.

"Data terakhir, delapan jenazah dimakamkan di TPU Tegal Alur dan 26 jenazah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Jumlah jenazah yang dimakamkan hari ini sampai jam 17.00 WIB sebanyak 34 jenazah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4).

Baca Juga:

Menkominfo Luncurkan Aplikasi Pantau Orang Tanpa Gejala COVID-19

Salah satu tujuan Polda Metro Jaya melibatkan diri dalam pengurusan jenazah adalah guna mencegah konflik sosial, misalnya penolakan warga terhadap pemakaman jenazah baik yang masih berstatus pasien dalam pengawasan maupun yang sudah positif COVID-19.

Pemakaman jenazah pasien Covid-19 kerap mendapat penolakan dari warga
Petugas kepolisian bersama petugas TPU melakukan pemakaman terhadap jenazah pasien Covid-19 (Foto: antaranews)

Upaya Polda Metro Jaya untuk terus memberikan imbauan kepada masyarakat mulai membuahkan hasil. Pada awal sempat muncul penolakan warga terhadap proses pemakaman tersebut, namun hal itu sudah tidak terlihat lagi dalam kegiatan hari ini. Tim tersebut juga dibekali pelatihan untuk mengimbau pihak keluarga untuk tidak mendekati jenazah.

"Situasi aman dan kondusif, tidak ada warga yang menolak dan keluarga jenazah dapat diimbau untuk tidak mendekat ke tempat pemakaman," ujarnya.

Tim khusus yang mengawal kegiatan pemakaman jenazah terpapar COVID-19 tersebut berasal dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI.

Baca Juga:

Wakil Ketua dan Komisioner Ombudsman RI Dinyatakan Sembuh dari COVID-19

Dijelaskan Yusri, tim khusus tersebut berkekuatan 60 personel yang terbagi dalam dua tim yang masing-masing beranggotakan 30 orang. Kedua tim tersebut ditempatkan di Tempat Pemakaman Umum Tegal alur Jakarta Barat dan TPU Pondok Rangon Jakarta Timur.

"Dari masing-masing tim, disiapkan empat orang yang menggunakan APD bertugas membantu pemakaman bila diperlukan oleh pihak makam dan 26 personel pengamanan di luar untuk mengimbau dan menghalau masyarakat atau keluarga jenazah yang melakukan penolakan pemakaman," ujarnya. (Pon)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan