MerahPutih.com- Harga beras terus mengalami lonjaka bahkan ketersedian beras di retail moderen mengalami kekosongan dan hambatan. Harga beras premium dan medium naik ke level rekor pada Kamis (22/2) naik Rp 60 ke Rp 16.270 per, sementara beras medium naik Rp 90 ke Rp 14.230 per kg dan jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Satgas Pangan Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa gudang beras di Jakarta. Peninjauan ini mengecek ketersediaan dan harga beras khususnya menjelang Ramadan. Sidak dipimpin langsung oleh Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Whisnu Hermawan.
Baca Juga:
Pemprov Jatim Sudah 15 Kali Operasi Pasar Kendalikan Harga Beras
"Kami dari Satgas Pangan pusat mengecek langsung ke gudang Bulog Jakarta, memastikan bahwa beras banyak dan cukup," ujar Whisnu Hermawan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/2).
Satgas pangan juga turut melakukan pemantauan mengenai ketersediaan harga beras di pasar tradisional hingga ritel modern.
"Bulog telah menyalurkan hampir 13 ton beras itu ke ritel modern melalui food station 3 ribu ton, artinya 1-2 hari ini akan dibanjiri oleh beras di pasar-pasar atau di toko-toko ritel modern," tuturnya.
Whisnu juga meminta masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan stok beras. Stok beras diklaim masih mencukupi dan harganya segera turun.
"Kami lihat bahwa sudah masuk beras-beras impor dari luar negeri yang secara bertahap memenuhi gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Kelangkaan beras saat ini, versi Kepolisian, karena terhambat pada tahap distribusi. Sebabnya, intensitas hujan hingga banjir yang terjadi di berbagai daerah.
"Sehingga penyaluran beras agak terhambat. Tetapi saya dan temen-temen dari Bulog yakin satu-dua hari ke depan bahkan minggu depan pastinya beras akan turun," jelasnya. (Knu)
Baca Juga:
PSI Dukung Program Pasar Murah Pemprov DKI untuk Cegah Penimbunan Beras