MerahPutih.com - Pemerintah Polandia resmi melarang kendaraan buatan China memasuki kawasan militer negara mereka karena terkait kekhawatiran isu keamanan data dan spionase
Kebijakan terbaru di Polandia ini diumumkan pada Selasa (18/2) waktu setempat, menyusul kekhawatiran bahwa sensor dan kamera pada mobil modern asal China dapat digunakan untuk mengumpulkan data sensitif.
Baca juga:
Takut Bobol, Kepolisian Kanada Cuma Pakai Drone China untuk Operasi Nonsensitif
Standar Keamanan Tinggi NATO
Militer Polandia menegaskan kendaraan buatan China berpotensi melakukan uncontrolled acquisition of data atau pengumpulan data tanpa kendali. Data yang dimaksud mencakup video, suara, hingga lokasi yang bisa membahayakan keamanan nasional.
“Langkah ini diambil untuk memastikan standar keamanan tinggi NATO tetap terjaga. Kami tidak bisa mengambil risiko kebocoran informasi strategis,” ujar juru bicara militer Polandia, dilansir dari Antara, Kamis (19/2).
Meski begitu, kendaraan asal China masih dapat diizinkan masuk ke fasilitas tertentu dengan syarat fungsi-fungsi berisiko seperti kamera dan sensor dinonaktifkan terlebih dahulu.
Baca juga:
Hadapi Ancaman Tarif AS, PM Polandia Serukan Persatuan Uni Eropa
Area RS dan Perpustakaan Militer Masih Boleh
Tak hanya pangkalan militer, aturan larangan bagi mobil produk negeri tirani bambu itu juga akan diperluas ke fasilitas penting lain yang dianggap rawan, seperti pusat komando dan area strategis.
Namun, fasilitas militer yang terbuka untuk publik seperti rumah sakit, klinik, dan perpustakaan tidak termasuk dalam larangan.
Personel militer juga dilarang menghubungkan perangkat resmi, seperti ponsel pemerintah, ke sistem infotainment kendaraan buatan China. Hal ini untuk mencegah potensi kebocoran data melalui integrasi perangkat. (*)