Pokemon Sleep, Tidur Cantik dengan Menghitung Pikachus

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 30 Juli 2023
Pokemon Sleep, Tidur Cantik dengan Menghitung Pikachus

Pemain menerima Pokemon saat mereka bangun, akan lebih banyak jika tidur nyenyak. (Foto: Twitter/@PokemonSleep)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGGEMAR Pokemon tak akan lagi terjaga hingga larut malam untuk bermain. Mereka kini bisa tidur dengan bantuan aplikasi tidur yang menghadiahi mereka monster khas waralaba tersebut.

Pokemon Co dan Niantic, dua perusahaan di belakang gim mobile augmented reality Pokemon Go nan sangat populer, merilis Pokemon Sleep bulan ini.

BACA JUGA:

'Pokemon Trading Card Game Live' Siap Rilis pada Juni 2023

Aplikasi yang dikembangkan SELECT BUTTON Inc ini memonitor tidur melalui ponsel pengguna yang diletakkan di tempat tidur. Pemain menerima Pokemon saat mereka bangun. Jumlah Pokemon yang diterima akan lebih banyak jika kamu tidur nyenyak.

Pokemon, dinamai dari 'monster saku', berasal dari Jepang. Gim yang dibuat pada 1990-an ini telah melahirkan waralaba media bernilai miliaran dolar global yang mencakup kartu pertukaran, gim, acara TV, dan film.

pokemon sleep
Fungsi utama Pokemon Sleep yakni gim, dengan fungsi pelacak tidur di nomor dua. (Twitter/@PokemonSleep)

Gim bermain peran ini mengadu makhluk anime berwarna-warni dan pelatih manusia mereka satu sama lain. Para karakter yang termasuk Pikachu kuning yang menggemaskan ini memiliki kekuatan yang berbeda-beda, seperti kemampuan untuk melumpuhkan penyerang.

"Pokemon Sleep memberikan kesempatan lain bagi siapa saja yang memiliki perangkat pintar untuk berinteraksi dengan Pokemon dan memberikan kesempatan untuk berharap bangun di pagi hari dan juga untuk mendapatkan banyak tidur," kata manajer pemasaran produk Yuri Horie dari Pokemon Co seperti diberitakan Reuters (25/7).

BACA JUGA:

Logan Paul Mengubah Kartu Pokemon Termahal di Dunia Jadi NFT

Tidur berhadiah

pokemon
Potensi melihat Pokémon tidur dengan cara unik ini dapat membuatmu tidur lebih sehat. (Foto: Twitter/@PokemonSleep)

Pokémon Sleep akan memberi hadiah untuk kebiasaan tidur yang sehat. Data yang dicatat tidak seakurat pelacak tidur khusus, tapi seperti Pokémon Go, di mana aktivitas yang relevan digunakan untuk memicu peristiwa dalam gim.

Pokémon Sleep mengolah semua data tidur yang ada dan mengubahnya menjadi Sleep Score. Semakin baik kamu tidur, semakin tinggi skornya.

Skor ini kemudian dikalikan dengan Snorlax's Strength untuk menghasilkan Drowsy Score. Dan itu, seperti setiap gim Pokemon, adalah inti permainan.

Kumpulkan sebanyak mungkin makhluk Pokémon Sleep unik dengan biskuit, gaya tidur, dan Helper Teams, hasilnya adalah hadiah yang menenangkan dan familiar untuk mengisi Pokédex kamu.

Pokemon Sleep fungsi utamanya adalah gim, fungsi pelacak tidur itu nomer dua. Namun secara keseluruhan, Pokémon Sleep melakukan pekerjaan yang memadai untuk melacak tidur, dan aspek pengumpulan Pokémon yang menarik, meskipun terkadang terlalu rumit.

Cobalah, dan siapa tahu, mungkin potensi melihat Pokémon tidur dengan cara unik ini dapat memacumu memiliki kebiasaan tidur yang lebih sehat.(aru)

BACA JUGA:

'Pokemon Journey' Terbaru Hadirkan Protagonis Pengganti Ash Ketchum

#Pokemon #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Mendadak Kaya Raya, Seorang Pensiunan Jual Koleksi Kartu Pokemon Seharga Rp 31,2 Miliar
Lelang kartu permainan (trading cards) ini diklaim paling bernilai yang pernah ada di Inggris.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Mendadak Kaya Raya,  Seorang Pensiunan Jual Koleksi Kartu Pokemon Seharga Rp 31,2 Miliar
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan