Pocut Baren, Srikandi Gunong Macang yang Bikin Perwira Belanda Kecut

Ana AmaliaAna Amalia - Kamis, 21 April 2016
Pocut Baren, Srikandi Gunong Macang yang Bikin Perwira Belanda Kecut

Ilustrasi Pocut Baren (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Seorang wanita dari Tanah Rencong yang membuat geger para petinggi militer Belanda adalah Pocut Baren.

Sejarah mencatat sedikitnya 19 petinggi militer dikerahkan secara bergantian untuk menangkap dirinya. Mereka antara lain adalah Letnan J.H.C. Vastenon, Letnan O.O. Brewer, Letnan W. Hogers, Kapten T.J. Veltman, Kapten A. Geersema Beckerrigh, Kapten F. Daarlang, Letnan A.H. Beanewitz, Letnan H.J. Kniper, Sersan Teutelink, Sersan van Daalen, Sersan Bron, Letnan C.A. Reumpol, Letnan W.v.d. Vlerk, Letnan W.L. Kramers, Letnan H. Scheurleer, Letnan Romswinkel, Sersan Duyts, Sersan de Jong, Sersan Gackenstaetter dan lain-lain

Selain membuat Para perwira Militer Belanda pusing tujuh keliling, sepak terjang Pocut Baren mengobarkan perang dari tahun 1903 hingga 1910 membuat balatentara belanda porak poranda.

Pocut Baren terlahir sebagai putri seorang bangsawan pada tahun 1880. Ayahnya seorang uleebalang di Tungkop, Aceh Barat, bernama Teuku Cut Amat. Pocut dibesarkan dalam lingkungan Aceh. Hal inilah ini membentuk Pocut menjadi seorang perempuan tangguh, berani, dan militan untuk mengusir Belanda dari tanah kelahirannya.

Pocut Baren pun bertekad untuk bergabungkan dengan para pejuang Aceh. Saat beranjak dewasa Pocut pun berjuang bersama-sama dengan Cut Nyak Dhien. Pocut dan Cut Nyak Dhien sama-sama berjuang di daerah Aceh Barat. Mereka bahu-membahu melancarkan perang gerilya. Pocut Baren dengan setia terus mendampingi Cut Nyak Dhien, tidak semata lewat perlawanan terhadap Belanda namun juga dalam pengembaraan bersama dari satu tempat ke tempat lain, dari satu hutan ke hutan lain dengan menahan lapar dan penderitaan. Lewat Pengalaman bertempur yang diperoleh dari perjuangan bersama Cut Nyak Dhien, Pocut Baren pun kian kukuh untuk terus melawanan Belanda.

Dalam suasana perang, Pocut menikah dengan seorang uleebalang di Gume, Woyla Barat, bernama Ampon Rasyid. Bersama dengan suaminya mereka memimpin perlawanan rakyat daerah Woyla. Pasangan suami-istri tersebut secara bahu membahu, keluar masuk hutan bergerilya melawan Belanda.

Ujian terberat Pocut Baren pun datang, rekan seperjuangan yang sangat dihormati Pocut Baren, yakni Cut Nyak Dien ditangkap Belanda pada tanggal 6 november 1905. Disusul kemudian tewasnya Ampon Rasyid, suami Pocut dalam pertempuran melawan Belanda di wilayah Keujren Game, Aceh Barat.

Kehilangan rekan seperjuangan dan suami tidak membuat Pocut kehilangan semangat atau pun bermuram durja. Saat tampuk pimpinan perang kini berada di pundaknya Pocut pun melakukan mobilisasi pasukan yang terserak dan membangun benteng perang di Gunung Macan yang dijadikan sebagai pusat pertahanannya.Bersama pasukan yang berhasil di himpunya, Pocut Baren kembali mengatur strategi guna melakukan penyerangan terhadap Belanda.

Di gambarkan oleh H.C. Zentgraaff, Pocut Baren selalu diiringi oleh semacam pengawal, terdiri dari lebih kurang tiga puluh orang pria. Kemana-mana ia selalu memakai peudeueng tajam (pedang tajam), sejenis kelewang bengkok, mungkin sejenis pedang Turki yang sangat terkenal di pantai Barat.

Berbagai serngan yang dilakukan Pocut Baren terhadap tangsi-tangsi militer atauun patroli tentara Belanda membuat para petinggi militer Belanda pusing tujuh keliling, dan mereka kembali terpaksa harus mendatangkan bala bantuan dari Batavia.

Mengutip dari buku Wanita Aceh: "Negarawan dan Panglima Perang", serangan yang dilakukan pihak militer belanda terhadap benteng pertahanan pocut Baren sangatlah tidak berimbang Pasukan Belanda bahkan membakar benteng pertahanan Pocut Baren saat para pasukan srikandi tungkop tersebut sudah terdesak.

Ali Hasjmy menggambarkan,"Serangan besar besaran balatentara Belanda yang dipimpin oleh Letnan Hoogers pada tahun 1910, membuat benteng pertahanan Pocut Baren di Gunong Mancang pun luluh lantak menjadi lautan api dan baru padam setelah nyaris sepekan. Pembakaran ini menyisakan mayat-mayat yang gosong di Gunong Macang termasuk mayat Teuku Cut Ahmad, ayah Pocut Baren," papar AliHasjmy.

Pocut Baren bersama sisa pasukannya yang selamat kembali membangun pertahanan baru di sebuah kaki bukit yang strategis. Letaknya tidak jauh dari Tangsi Militer Belanda di Tanoh Mirah. Pocut pun kemudian menyusun strategi untuk melakukan serangan balasan.

Pocut Baren pun memutuskan menyerang markas Belanda.Penyerbuan ini menelan korban di kedua belah pihak. Tak hanya itu Pocut Baren pun berhasil dilumpuhkan. Kakinya terluka parah, akibat tertembak.Pocut Baren ditawan Belanda.

Perlawanan panglima perang Tungkop yang gagah berani ini pun berakhir.

Bagaimana nasib Pocut Baren selanjutnya akankah ia mendapat hukuman setimpal dari pihak Bela ? Apakah Pocut akan bernasib sama seperti rekan seperjuangan yang dikaguminya Cut Nyak Dhien yang di buang ke pulau Jawa? Simak selengkapnya di artikel berikutnya. (man)

BACA JUGA:

  1. Laksamana Malahayati Singa Perang yang Lihai Berdiplomasi
  2. Laksamana Malahayati, Wanita Penguasa Selat Malaka
  3. Mengungkap Sosok Wanita Hebat di Belakang Pangeran Diponegoro
  4. Penyair Perempuan Rayakan Hari Kartini dengan Puisi di Tembi
  5. Perlawanan Terakhir Srikandi Nusa Laut, Martha Christina Tiahahu
#Aceh #Pocut Baren #Sosok Menginspirasi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Berita Foto
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto mencium seorang anak saat Halalbihalal usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Maret 2026
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Indonesia
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh berjalan sangat cepat.
Frengky Aruan - Sabtu, 21 Maret 2026
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Tradisi
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Tradisi Meugang di Aceh menjadi momen memasak dan menyantap daging bersama keluarga menjelang Idul Fitri, Idul Adha, dan Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Indonesia
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah mesin perahu motor ditumpanginya rusak di Samudra Hindia.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Maret 2026
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Indonesia
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Polda Aceh meminta warga tak panik dan terpancing di tengah isu stok BBM tinggal 20 hari lagi. Polisi akan menindak tegas pelaku yang menimbun BBM.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Tradisi
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dengan menyembelih dan memasak daging, umumnya sapi atau kambing, untuk disantap bersama keluarga.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Bagikan