MerahPutih.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menunda seluruh persidangan yang dijadwalkan digelar pada hari ini, Kamis (2/1).
Penundaan sidang lantaran akses ke pengadilan yang berada di Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat ini terendam banjir.
Baca Juga:
"Setelah melihat keadaan akses ke kantor yang tidak bisa dilalui karena banjir maka hari ini tanggal 2 Januari 2020 ditetapkan sebagai kejadian luar biasa atau force majeure," kata Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Yanto melalui keterangan tertulis, Kamis (2/1).
Yanto mengatakan, para pegawai yang bekerja juga turut diliburkan. Hal ini lantaran aliran sungai yang berada dekat dengan lokasi PN Jakpus di Jalan Bungur Raya meluap dan merendam jalan.
Pada hari ini, PN Jakpus mengagendakan persidangan untuk kasus pidana umum maupun tindak pidana korupsi.
Beberapa persidangan itu, yakni eksepsi terdakwa Kivlan Zen atas kasus penguasaan senjata api.
Sementara untuk perkara tindak pidana korupsi, PN Jakpus menjadwalkan menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Gubernur nonaktif Kepri Nurdin Basirun dengan agenda pemeriksaan saksi.
Selain itu, pemeriksaan saksi untuk terdakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang.
Akses jalan menuju Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tampak tergenang dengan kisaran tinggi genangan dari mata kaki hingga mencapai lutut orang dewasa.
Genangan mulai tampak di titik perempatan Jalan Bungur Raya, Jalan Gunung Sahari V, dan Jalan Garuda.
Akses jalan menuju Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat tampak terendam air dengan kisaran tinggi genangan sekitar 20 hingga 50 sentimeter.
Pantauan di lokasi, pukul 11.47 WIB, genangan tampak di titik perempatan Jalan Bungur Raya, Jalan Gunung Sahari V, dan Jalan Garuda.
Di titik ini, para pengendara motor dan mobil tampak putar balik ke arah Stasiun Senen dan ada yang ke arah Jalan Garuda. Kawasan ruko dan gedung kantor di sekitar PN Jakarta Pusat juga tampak tutup.
Baca Juga:
Masih Digenangi Banjir, Warga Pesanggrahan Kekurangan Air Bersih
Salah seorang warga sekitar Junaidi mengatakan, genangan ini imbas dari hujan deras yang melanda Jakarta pada Rabu (1/1) malam.
"Ini genangan sudah ada mulai malam itu. Saya kebetulan mengontrak di sekitar sini. Di kontrakan saya genangannya segini," kata dia sambil meletakkan salah satu tangannya di dekat lutut.
Warga yang menjual jajanan cilok ini mengatakan, sebelumnya ia juga tidak pernah mendapati genangan air setinggi lutut sejak ia tinggal sekitar lima tahun terakhir di kawasan ini.
"Ini baru pertama kalinya kayak begini," kata dia. (Knu)
Baca Juga: