Playstation Ungkap Penyebab PS Vita Kurang Cuan, Tak Semulus Penjualan PSP

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 17 Januari 2025
Playstation Ungkap Penyebab PS Vita Kurang Cuan, Tak Semulus Penjualan PSP

PS Vita. (Foto: Unsplash/ Kirill Fokin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PS Vita diluncurkan pada tahun 2011 sebagai penerus PSP. Akan tetapi, meskipun secara umum diterima dengan baik oleh para kritikus, diperkirakan penjualannya kurang cuan. PS Vita cuma laku kurang dari 15 juta unit sebelum produksinya dihentikan pada tahun 2019, atau 65 juta lebih sedikit dari PSP.

Berbicara dalam wawancara pertamanya sejak keluar dari Sony bulan ini, Shuhei Yoshida, yang bertanggung jawab atas studio pihak pertama PlayStation dari tahun 2008 hingga 2019, mengatakan kepada Kinda Funny bahwa ia yakin ada banyak alasan mengapa penjualan PS Vita tidak berhasil.

Menurut Yoshida penyebab pertama PS Vita kurang diminati ialah masalah adanya memori khusus.

“Beberapa pilihan teknis yang kami buat sebagai perusahaan tidak benar-benar menjadi pilihan yang baik, salah satunya adalah kartu memori khusus: Anda harus membeli kartu memori berpemilik dan itu adalah kesalahan, karena orang harus menghabiskan lebih banyak uang untuk mendapatkan kartu memori,” katanya, seperti dikutip dari laman VGC, Jumat (17/1).

Baca juga:

3 Game Playstation Rilis di 2025, Bakal Hadirkan Gameplay Tak Terlupakan

Selain itu, lanjut Yoshida, touchpad belakang juga tidak diperlukan, itu hanya mengganggu genggaman pemain.

"Tim membuat prototipe luar biasa yang terasa sangat bagus, yang menyesatkan semua orang yang terlibat bahwa itu akan hebat. Namun, touchpad belakang tidak diperlukan, dan itu menambah biaya tambahan untuk perangkat keras," tambahnya.

Yoshida mengatakan bahwa meskipun harganya juga lebih mahal, ia menganggap layar OLED PS Vita cantik. Namun, ia menyoroti satu fitur yang telah dipotong untuk mengurangi harga: opsi video out.

“Satu fitur yang dimiliki tim dalam perangkat pengembangan perangkat keras untuk Vita adalah video out, sehingga pengembang dapat terhubung ke layar untuk mengembangkan game,” jelasnya.

Baca juga:

Resmi, Nintendo Bagikan Detail Pertama Switch 2 Sambil Tampilkan Mario Kart Kompatibel

“Entah bagaimana, tim perangkat keras memutuskan untuk mengeluarkan fitur ini dari unit konsumen… hanya untuk menghemat beberapa sen biaya dari perangkat keras.”

Namun, Yoshida mengatakan alasan terbesar mengapa PS Vita gagal menarik banyak penggemar adalah Sony tidak memiliki tim pengembang yang mendukungnya secara bersamaan dengan konsol rumahannya , PS3 dan PS4. Vita diluncurkan menjelang akhir generasi PS3, dua tahun sebelum PS4 hadir.

“Kami harus membagi semua upaya dan sumber daya kami ke dalam dua platform yang berbeda,” kata Yoshida. (ikh)

#Game
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Fun
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Panduan TheoTown pemula untuk membangun kota stabil dan cepat berkembang, mulai dari jalan, listrik, pajak, hingga dense zone.
ImanK - Minggu, 11 Januari 2026
10 Tips Penting Game TheoTown agar Kota Cepat Maju, 100 Persen Efektif!
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
ShowBiz
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Simu Liu resmi membintangi film adaptasi game 'Sleeping Dogs' yang disutradarai Timo Tjahjanto. Kisah polisi undercover lawan Triad siap ke layar lebar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Simu Liu Jadi Bintang Utama Film Adaptasi Game 'Sleeping Dogs', Disutradarai Timo Tjahjanto
Indonesia
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Pemilik platform permainan daring dituntut untuk memberikan verifikasi dan keamanan terhadap siapa yang mengakses.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 31 Desember 2025
BNPT Pantau Roblox, Takut Jadi Media Penyebaran Radikalisasi Pada Anak
Lifestyle
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Gim ini menarik karena adegan pertarungan tangan kosong dan juga senjata apinya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Film Adaptasi Gim Sleeping Dogs, Bakal Disutradarai Timo Tjahjanto
Fun
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
Film Live-Action terbaru “Street Fighter” akan tayang di bioskop pada 16 Oktober 2026
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Trailer Film Live-Action 'Street Fighter' Rilis, Ini Deretan Aktor-Aktris Pemeran Ryu Dkk
ShowBiz
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Trailer perdana film Street Fighter dirilis di The Game Awards, menampilkan aksi Ryu dan Ken menuju Turnamen World Warrior. Tayang 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 13 Desember 2025
Trailer Perdana Film Live-Action 'Street Fighter' Dirilis, Siap Suguhkan Aksi Laga Intens
Lifestyle
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Ajang IESF WEC 2025 ini dinilai sangat strategis untuk mematangkan tim
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Desember 2025
Timnas MLBB Indonesia Ukir Sejarah Peringkat 4 Dunia IESF WEC 2025, Langsung Fokus SEA Games Thailand
Lifestyle
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Timnas MLBB putri memulai turnamen IESF WEC 2025 dengan hasil meyakinkan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 07 Desember 2025
Indonesia Genggam Dunia Esports: MLBB Putri Pertahankan Tahta IESF WEC 2025, Win Rate 100 Persen Cuy
Indonesia
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Proses perekrutan seringkali dimulai dari aktivitas permainan yang terkesan normal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Pakar Ungkap Dua Kunci Kerentanan Anak di Ruang Digital yang Bisa Dimanfaatkan Jaringan Terorisme
Bagikan