PKB: Tujuan Pembangunan Papua Adalah Kemanusiaan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 26 Juli 2017
PKB: Tujuan Pembangunan Papua Adalah Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan pembangunan di Papua tidak boleh terlepas dari tujuan utamanya yakni mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Apa pun yang menjadi upaya kita memajukan Papua, hanya ada satu tujuan yaitu kemanusiaan. Kemanusiaan di atas segala-galanya," kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam diskusi bertajuk 'Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan', yang diselenggarakan PKB di Jakarta, Rabu (26/7).

Cak Imin, sapaan akrab Mubaimin Iskandar mengatakan, Gus Dur pernah dikritik keras saat menjabat Presiden RI karena mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Gus Dur juga menyatakan membolehkan bendera Bintang Kejora berkibar di tanah Papua.

Ia mengatakan kala itu dirinya selaku Wakil Ketua DPR RI ditegur keras oleh pimpinan DPR lainnya menyoal pernyataan Gus Dur tersebut. Pihak TNI juga disebut salah paham dengan pernyataan Gus Dur itu.

Cak Imin lantas bergegas menemui Gus Dur ke Istana Negara mempertanyakan maksud pernyataan membolehkan bendera Bintang Kejora berkibar.

"Beliau dengan enteng menjawab, 'begitu saja kok marah, sepak bola saja boleh kibarkan bendera masing-masing. Bintang Kejora kenapa tidak boleh' " kata Cak Imin mengisahkan.

Menurut Cak Imin, kini semua pihak menyadari arti penting pernyataan Gus Dur tersebut bahwa kemanusiaan harus berada di atas segala-galanya.

"Makanya, tujuan pembangunan yang sesungguhnya adalah kemanusiaan. Sehingga strategi pembangunan harus menyesuaikan dengan perjuangan kemanusiaan," katanya.

Peneliti dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) Adriana Elisabeth mengatakan, pemikiran Gus Dur dalam pembangunan Papua adalah pembangunan tanpa kekerasan.

Dia juga menekankan pembangunan Papua agar tidak hanya diartikan membangun di Papua. Namun, lebih utama lagi memastikan pembangunan infrastruktur sosial, dengan membangun kapasitas masyarakat Papua.

Adriana mengatakan, masyarakat di Papua tidak anti-terhadap pendatang dan investor. Bahkan, jika ingin dikatakan secara ekstrem, masyarakat Papua tidak anti-terhadap militer atau polisi.

"Masyarakat Papua hanya tidak mau dibedakan dan diperlakukan dengan cara represif," tandasnya. (*)

Sumber: ANTARA

#Muhaimin Iskandar #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menko Cak Imin Koordinasikan Bantuan Masker dan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Karhutla
Bantuan akan disalurkan ke sejumlah daerah terdampak karhutla di Sumatera dan Kalimantan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Menko Cak Imin Koordinasikan Bantuan Masker dan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Karhutla
Indonesia
Menko PM Cak Imin Punya 3 Strategi Pemberdayaan Agar Taraf Hidup Masyarakat Meningkat
Di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terdapat paradigma baru yang diterapkan dalam pembangunan nasional, yakni pemberdayaan masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Punya 3 Strategi Pemberdayaan Agar Taraf Hidup Masyarakat Meningkat
Indonesia
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Keberhasilan perusahaan negara tidak hanya dilihat dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuannya membuka kesempatan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Bagikan