MerahPutih.com - Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menimbang secara matang soal wacana tarik rem darurat atau kembali berlakuan PSBB ketat.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menilai, regulasi itu sangat berdampak langsung ke kondisi ekonomi ibu kota. Salah satu sektor yang kena imbas ialah pelaku usaha UMKM.
"Wacana rem darurat, saya berharap Pemprov pikirkan nasib rakyat, terutama para pelaku UMKM," terang Zita di Jakarta, Kamis (31/12).
Baca Juga:
Lanjut dia, jangan sampai karena data COVID-19 meninggi terus, Pemda DKI tarik rem darurat. Dengan keputusan tersebut, pihak yang menjadi korban pasti para pengusaha.
"Eksekutif perlu ingat, ada target pendapatan APBD yang harus dicapai," terangnya.
Berkaca pada pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini masih terkontraksi 3,82 persen, Jakarta pun sudah resesi, dua kuartal berturut-turut tumbuh negatif.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II anjlok minus 8,23 persen. Kemudian, pada kuartal III minus 3,82 persen.
"Karena dikunci, daya beli masyarakat lemah, konsumsi rumah tangga dan ekspor pun ikut turun," jelasnya.
Politikus PAN ini pun menyakini, jika Anies kembali tarik rem darurat, para pengusaha mengeluh karena daya beli warga melemah. Ekonomi Jakarta bisa lebih minus lagi.
"Makanya perlu ditimbang ulang. Jangan terburu-buru mengambil sikap, jangan sampai merugikan banyak pihak," terangnya.
Baca Juga:
Catatan 2020 PDIP: Anies Tak Kerja Apa-apa untuk Program DP 0 Persen
Pemprov fokus saja menangani pandemi COVID-19 dengan memaksimalkan testing, tracing, treatment (3T) secara maksimal.
"Biarkan pengusaha fokus di sektor ekonomi tanpa dibatasi ruang geraknya. Biar semuanya segera pulih, Jakarta hidup lagi," tutupnya. (Asp)
Baca Juga:
Warganet Bandingkan Risma dengan Anies, Wagub DKI: Setiap pemimpin punya Cara dan Gaya Masing-Masing