Pilu, Ritual Sambut Lahar Gunung Agung pada Letusan 1963

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 27 November 2017
Pilu, Ritual Sambut Lahar Gunung Agung pada Letusan 1963

Pura Besakih dengan latar Gunung Agung di 1963. (foto: sejarahbali)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GUNUNG Agung yang aktif kembali telah ditetapkan berada pada level Awas pada Senin (27/11) pagi. PVMBG pun menetapkan radius bahaya letusan di zona 8 km. Sebelum aktivitas yang meningkat hari ini, gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem itu pernah tercatat meletus pada 1963.

Seperti dikutip dari BBC, letusan Gunung Agung pada 1963 dimulai 2 Februari 1963 dan berakhir pada 27 Januari 1964. Tercatat, 1.549 orang meninggal dunia.

Di balik dampak kerusakan yang masif, ada cerita pilu warga Badegdukuh dan Desa Sogra yang melakukan ritual 'sambut lahar'. Seperti dilansir Propinsibali.com, layaknya Mbah Maridjan yang menolak meninggalkan Gunung Merapi saat erupsi, demikian juga kesetiaan juru kunci Gunung Agung dan sejumlah warga saat gunung setinggi 3.142 mdpl itu erupsi pada 1963.

Warga di kedua pedukuhan tersebut memilih untuk tinggal di rumah menyambut datangnya lahar. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk kesetiaan mereka kepada gunung. Selain itu, gunung bagi mereka ialah ibu yang memberikan kehidupan sehingga sudah sepatutnya dijaga.

Peneliti Thomas A Reuter dalam tulisannya, Custodians of the Sacred Mountains (2002), menyebutkan orang-orang Bali di pegunungan merasa memiliki kewajiban suci melindungi pulau itu. Reuter mengutip pernyataan Jero Tongkong, tetua Bali Aga—sebutan orang luar terhadap masyarakat Bali asli yang umumnya tinggal di pegunungan—bahwa mereka menjaga pegunungan kehidupan, pura-pura asal-usul Bali. Ia juga menyebut kaum tua ialah dahan tua yang mendukung ujung yang segar. Jika mereka mengabaikan tugas (ritual), dunia akan berguncang dan seluruh penduduknya akan hancur lebur.

Seperti yang disinggung Elizabeth Gilbert dalam bukunya Eat, Pray, Love, orang Bali ialah mereka yang amat pandai menjaga keseimbangan alam. Hal itu mereka wujudkan dalam konsep nyegara gunung. Konsep itu memaparkan bahwa gunung dan lautan merupakan pertemuan lingga dan yoni yang merupakan awal kehidupan.

Gunung, sumber penghidupan dari mahluk tumbuh-tumbuhan binatang dan manusia menjulang tinggi ke angkasa. Oleh karena itulah, devosi orang Bali terhadap gunung mereka amatlah tinggi. Seperti halnya ketaatan mereka terhadap lautan yang mengelilingi daratan memenuhi hampir seluruh permukaan Bumi.(*)

#Bali
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Buron Pembunuhan Brutal Rumania Kabur ke Indonesia, Pelariannya Berakhir di Bali
Buron internasional asal Rumania, Zuleam Costinel Cosmin (33) bersama dua rekannya terlibat kasus pembunuhan brutal di Rumania.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Buron Pembunuhan Brutal Rumania Kabur ke Indonesia, Pelariannya Berakhir di Bali
Indonesia
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Provinsi Bali resmi memberlakukan lockdown atau pelarangan lalu lintas ternak sapi dan kerbau keluar masuk Kabupaten Jembrana
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Puluhan Sapi Terinfeksi LSD, Bali Lockdown Lalu Lintas Ternak di Jembrana
Indonesia
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
Getaran gempa terasa di wilayah Kuta Selatan, Kuta, Denpasar, hingga Jembrana
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
Indonesia
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Bali pada 9-12 Januari 2026.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Januari 2026
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
Indonesia
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Hingga saat ini arus Natal dan Tahun Baru terpantau cukup terkendali. Sekitar 64 persen masyarakat telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Wisatawan ke Bali Cuma Naik 3 Persen, Pemerintahkan Salahkan Cuaca Ekstrem
Indonesia
5 Kabupaten/Kota di Bali Terendam Banjir, Dampak Siklon 93S
Hal ini seperti disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.
Frengky Aruan - Selasa, 16 Desember 2025
5 Kabupaten/Kota di Bali Terendam Banjir, Dampak Siklon 93S
Indonesia
Perempuan WNA Tewas di Jimbaran Diduga Nekat Terobos Banjir Pakai Motor
Perempuan WNA itu diduga menerobos banjir di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng Kecamatan Kuta Utara, Badung saat hujan deras melanda Minggu kemarin
Wisnu Cipto - Senin, 15 Desember 2025
Perempuan WNA Tewas di Jimbaran Diduga Nekat Terobos Banjir Pakai Motor
Indonesia
Jasad WNA Perempuan Tanpa Baju Ditemukan di Gorong-Gorong Jimbaran Terseret Banjir
Jasad korban ditemukan masih mengenakan celana panjang hitam tanpa baju di gorong-gorong Jalan Krisnantara, kawasan Jimbaran.
Wisnu Cipto - Senin, 15 Desember 2025
Jasad WNA Perempuan Tanpa Baju Ditemukan di Gorong-Gorong Jimbaran Terseret Banjir
Indonesia
Artis Porno Bonnie Blue dan Rekan Prianya Dilarang Masuk NKRI 10 Tahun
Mereka tergabung dalam manajemen Bonnie Blue dan terbukti melakukan pelanggaran hukum serta penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.
Wisnu Cipto - Minggu, 14 Desember 2025
Artis Porno Bonnie Blue dan Rekan Prianya Dilarang Masuk NKRI 10 Tahun
Indonesia
Imigrasi Bali Sita Paspor Artis Porno Bonnie Blue, Pakai Visa Turis untuk Kerja
Bonnie Blue masuk ke Indonesia melalui Bali pada 6 November 2025 menggunakan visa saat kedatangan (VoA) untuk kunjungan turis
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Desember 2025
Imigrasi Bali Sita Paspor Artis Porno Bonnie Blue, Pakai Visa Turis untuk Kerja
Bagikan