Pilihan Membuat Kebahagiaan Berkurang

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 15 Oktober 2022
Pilihan Membuat Kebahagiaan Berkurang

Banyak keputusan itu kita ambil berdasarkan pemikiran dan preferensi tertentu untuk meningkatkan kebahagiaan. (freepik/cookie_studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KITA terus-menerus menentukan pilihan, mulai dari menu untuk makan malam setiap hari hingga siapa yang harus dinikahi, belum lagi memilih rasa es krim favorit.

Banyak keputusan itu kita ambil berdasarkan pemikiran dan preferensi tertentu untuk meningkatkan kebahagiaan. Secara intuitif, kita tampak yakin bahwa semakin banyak pilihan yang dimiliki, semakin kita bahagia pada akhirnya.

Baca Juga:

Tanda Dirimu Tidak Lagi Bahagia dengan Pasangan

bahagia
Banyak pilihan membuat kita stres, dan kurang puas dengan apa pun yang kita putuskan. (freepik/rawpixel.com)

Namun, sebenarnya dunia dengan kesempatan tak terbatas malah dapat memenjarakan kita. Malah lebih dari itu, membuat kita tidak bahagia. Dalam apa yang oleh psikolog Swarthmore Barry Schwartz disebut "paradoks pilihan", menghadapi banyak pilihan dan kemungkinan membuat kita stres, dan kurang puas dengan apa pun yang kita putuskan.

Memiliki terlalu banyak pilihan membuat kita bertanya-tanya tentang semua peluang yang terlewatkan. Berapa banyak pilihan yang cukup dan berapa yang terlalu banyak?

Pada tahun 1954, psikolog George Miller menerbitkan sebuah artikel tentang "angka ajaib tujuh, plus atau minus dua", dengan alasan bahwa kita hanya dapat menyimpan 5 hingga 9 item dalam memori kerja kita pada satu waktu. Lebih dari itu dan itu menjadi terlalu banyak untuk dikelola.

Sementara, ekonomi konsumen kita menyajikan kepada kita serangkaian pilihan yang memusingkan. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Schwartz dan rekan-rekannya (2002), orang-orang sebenarnya merasa lebih buruk ketika pilihan mereka meningkat.

Baca Juga:

Cara Pasangan Bahagia Menyelesaikan Masalah

bahagia
Internet menawarkan beribu pilihan kepada kita dalam rangkaian unggahan yang tak ada habisnya. (freepik/cookie_studio)

Dan, sekarang Internet menawarkan beribu pilihan kepada kita dalam rangkaian unggahan yang tak ada habisnya di media sosial, iklan pop-up, video, dan tautan.

Apa efek dari semua ini? Apakah budaya kita menawarkan otonomi yang lebih besar atau mengalihkan kita dari pilihan penting dalam hidup kita dengan berbagai pilihan konsumen yang memusingkan?

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang “memaksimalkan” dengan mencoba membuat pilihan terbaik dari berbagai pilihan, mengalami depresi, perfeksionisme, keraguan diri, dan penyesalan yang lebih besar daripada mereka yang “puas”, menerima hasil yang cukup baik untuk dipenuhi sesuai kriteria yang diinginkan.

Jadi, lain kali kamu dihadapkan pada apa yang tampak seperti serangkaian pilihan yang tak ada habisnya, mungkin kamu ada baiknya mempertimbangkan apa yang sebenarnya dicari. Apa kriteria penting yang akan membuat kamu bahagia dengan pilihan itu? (aru)

Baca Juga:

Bersyukur Bisa Membuat Diri Lebih Bahagia

#Lipsus Oktober Bahagia #Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan